Senin, 16 Maret 2015

Menengok Pandai Besi dari Batu Alang Sumbawa

Pung, pung, pung, pung..
Suara besi beradu dengan besi menjadi sapaan wajib desa ini. Kesibukan para pengrajin terlihat dari irama indah suara besi beradu besi itu. Tangan kekar, otot-otot yang menyembul keluar menjadi bukti perjuangan mereka mempertahankan tradisi dan budaya Sumbawa. Jika tenaga sudah mulai menipis,  mereka akan duduk bersama, sambil menikmati kopi hitam khas Sumbawa, kemudian bagesa (berkelakar: red) dengan guyonan yang akan mengundang gelak tawa siapapun yang mendengarnya. Mana bola asal nyaman tu menong, biar bohong asal enak didengar. Orang Sumbawa memang suka berkelakar yang agak lebay hingga terkesan melebih-lebihkan, tetapi disitulah letak asyiknya bagesa ketika kumpul bersama seperti itu. Setelah tenaga kembali pulih, mereka akan kembali melanjutkan aktifitasnya, ada yang bertugas menjadi Sawi (tukang pukul besi), Murung (tukang pompa udara agar api menyala bagus), semuanya mengerjakan bagian tugasnya masing-masing. Kesibukan ini akan tetap berlanjut hingga sore menjelang, bahkan hingga malam jika pesanan sedang banyak. 
Kesahajaan dan perjuangan terlihat jelas dari aktifitas masyarakat desa ini. Desa ini bernama Batu Alang. Sebuah desa kecil yang berada Kecamatan Moyo Hulu Sumbawa. Desa yang tetap mempertahankan tradisi nenek moyangnya ditengah arus modernisasi yang semakin menggerus. Tidak butuh waktu lama untuk bisa mencapai desa ini, hanya 20 menit dari pusat kota Sumbawa.

aksi pandai besi Batu Alang (pemukuo besi ini dinamakan dengan Sawi)
Konon katanya sejak zaman kesultanan Sumbawa dahulu kala, desa ini telah dijadikan sebagai sentra penghasil parang dengan kualitas nomor wahid di Sumbawa. Pembuatannya yang masih sangat tradisional menjadi nilai lebih dan kekuatan parang Sumbawa.
Pembuatan Parang
pemompa angin ini dinamakan dengan Murung, sedangkan alat pompanya dinamakan dengan Pamurung
Bahan utama yang menjadi kekuatan parang terletak pada besi yang digunakan, oleh karena itu besinya harus besi yang bagus. Untuk mendapatkan besi-besi yang bagus para pengrajin biasanya mencari di gudang rongsokan barang-barang bekas. Disana mereka bisa mencari beragam jenis besi dengan beragam kualitas, mulai dari yang biasa-biasa saja, hingga kualitas tingkat tinggi. Setelah besi didapatkan barulah besi diproses ke dalam tahap selanjutnya, yaitu pembentukan besi. Dalam pembentukan besi menjadi parang, pengapian sangat menentukan kualitas akhirnya. Arang yang digunakan pun tidak sembarang arang, tetapi arang yang terbuat dari kayu jati yang sudah kering, arang dengan kayu jati akan menghasilkan api yang bagus.
Besi tersebut akan dimasukkan ke dalam api, kemudian ditempa, hingga menghasilkan parang yang diinginkan. Dalam sehari pengrajin bisa menghasilkan 3 hingga 4 parang kasar, yang kemudian akan dihaluskan menjadi parang siap pakai.
proses pengapian besi
proses pengasahan parang
Setelah besi tersebut menjadi parang, parang kemudian di asah hingga benar-benar tajam. Proses selanjutnya adalah pembuatan sarung parang. Sarung parang inilah yang menjadi letak estetika dari sebuah parang. Keindahan sebuah parang akan terlihat jelas dari sarung yang menyelimutinya.
Sarung parang dibuat dari kayu sonokeling dan suran. Kayu yang telah dipilih akan dipahat dengan motif-motif khas Sumbawa, seperti Lonto Engal dan Salimpit. Bahan pembuatan gagang parang adalah pipa dan tanduk kerbau. Tanduk kerbau yang digunakan adalah tanduk kerbau betina, karena tanduk kerbau betina tidak memiliki banyak pori-pori seperti tanduk kerbau jantan dan akan sangat bagus untuk dipahat. Tetapi pemahatan gagang tanduk kerbau ini memakan waktu yang lama dan mendapatkan tanduknya juga tidak mudah dan relatif mahal, oleh karena itu pipa digunakan sebagai alternatif lain yang kekuatannya juga tidak bisa diragukan.
Saat ini parang asli Sumbawa karya pengrajin Batu Alang menjadi primadona masyarakat Sumbawa, tidak hanya itu, masyarakat luar Sumbawa seperti Lombok, Bali dan Jawa juga banyak yang memesan. Pembuatannya yang tradisional menjadi kelebihan parang ini, kualitasnya pun dijamin bisa menyaingi parang dari daerah lain. Harga parangnya berkisar antara Rp. 250.000 hingga Rp. 350.000, tergantung dari besar dan kerumitan pesanan sarung parangnya.
parang sumbawa
parang sumbawa, sarungnya belum di cat
gagang parang dengan tanduk kerbau
parang sumbawa
motif sarung parang

10 komentar:

  1. masih ada ya,di daerahku juga ada satu..dulu pas kecil suka banget main di pande..seru aja,lihat orang bikin pisau hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak masih...
      di sumbawa ada dua desa yang jd pengrajin parang seperti ini, di Talwa dan Batu Alang :D
      menjaga tradisi yang hampir punah dengan canggihnya teknologi :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. iya mbak...
      motif sarungnya khas sumbawa, lonto engal dan salimpit :D

      Hapus
  3. Motif sarungnya unik sekali, indah banget :D terus harganya lumayan juga ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya motifnya khas sumbawa, wajar sih harganya mahal karena pembuatannya juga ga gampang :D

      Hapus
  4. Balasan
    1. hmmm.. kalau sejauh yang saya tahu, kalau mau pesan itu ya harus ke lokasinya, tp kalo masnya serius saya bisa carikan kontak si pembuat parangnya dan bisa pesan langsung di mereka :D

      Hapus
    2. Cariin dong mbak kontaknya...trims ya

      Hapus
  5. Saya mau om order parangnya

    BalasHapus

Tinggalkan jejak ya teman-teman, supaya saya bisa berkunjung kembali....
Salam persahabatan Blogger Indonesia ^_^