Rabu, 24 September 2014

20 Facts About Me

Lagi hebooh di sosmed, jadi saya juga ikutan heboh, hahahaha. Budaya ngikut ala Indonesia kok jadi kentara sekali ya. Ah what ever-lah :D
Yuhuuu ini dia 20 Facts About Me, Lulu Wulandari
1. Anak pertama dari 4 bersaudara. Menjadi sendiri perempuan membuat berasa seperti princess. Gemuk, kulit eksotis, otak ga pinta2 amat tapi lumayanlah gak bikin malu.
2. Sebenarnya orangnya ribut, heboh, rame, sanguin total, tapi itu cuma sama orang yang dekat dengannya saja, kalau sama orang yang baru dikenal, jangan harap dia akan seheboh itu. Makanya selalu dikira cuek, judes.
3. Sok kuat kalau diluar, tapi lembek di dalam. Bisa nangis bombay kalau nonton drama, apalagi kalau liat nenek-nenek dipinggir jalan, soalnya selalu keingat sama nenek yang sudah meninggal.
4. Cita-citanya untuk buat sekolah untuk anak-anak kurang mampu akhirnya terlaksana. Tahun 2013 buat  PAUD untuk anak-anak nelayan bersama teman-teman LPA Mataram yang namanya PAUD Merah Putih.
5. Obsesi gila nomor 1, jadi pengusaha boneka makanan yang unyu imut. Kenapa? Soalnya lulu gak bisa buat kue.
6.  Kalau suka sama orang itu bisa setianya bertahun-tahun, pernah zaman SMP cuma suka sama 1 orang sampai tamat, terus zaman SMA juga suka sama 1 orang sampe tamat juga, tapi cuma suka yang diam-diam, kagak ada yang tahu, termasuk yang disukai, hihihi
7. Suka baca komik serial cantik sama novel sastra, berasa dunia jadi milik sendiri kalau sama dua makhluk itu.
8. Terobsesi sama orang yang suka fotografi, nulis, baca, jalan-jalan (kalau digabung jadi satu, dia adalah Travel Blogger).
9. Manja pake sangat kalau sama kakak (ketemu besar), bisa jadi baby big kalau sama mereka, Kak Ema, Kak Irma, Kak yun, Kak Ade, huhuhhu
10. Pengen jadi reporter Jejak Petualang tapi gak kesampain makanya jadi suka jalan-jalan, jepret-jepret terus buat cerita diblog.
11. Pengen punya kamera DSLR sendiri, kalau gak punya-punya walau sudah nabung sampe peyot, rencananya kamera itu mau dijadikan mahar nikahnya,hwaaaa :D
12. Pengen buat Wedding Organizer, tapi berhubung masih single, gak jadi deh buatnya, takut ditanya  terus "Kapan nikah?"
13. Pengen bisa travelling keliling Sumbawa, Indonesia, dan dunia. Kalau bisa sih sama pangeran tercinta (tapi gak tahu kapan)
14. Kalau sama adek-adeknya dia bisa cerewet melebay badai, tapi kalau sudah jengkel dia akan diam seribu bahasa, biar dirayu pake apa juga gak bakal mempan.
15. Pengen jadi dosen psikologi (ini cita-cita serius), demi cita-cita itu tahun 2015 pengen lanjut S2 Psikologi Anak, doakan ya :D
16. Kalau dari tampang anak Bapak sekali, soalnya muka 100% copas Bapak, tapi deketnya sama Ibu, tapi apa-apa suka minta pendapat Bapak, jadi aku anak Ibu dan Bapakku :D
17. Suka jengkel sama orang yang bilang "kamu sih gak nikah karena pilih2", aduuuh mama sayange, bagaimana mau milih, orang yang dipilih aja gak ada. Gak da yang datang2 ngelamar sampai saat ini, hahahaha kelewat sadis kali ya muka saya, tapi terserah deh, kalau waktunya datang juga kok, yang penting ikhtiar dan doa.
18. Obsesi gila nomor 2 adalah fotoan di bukit ilalang sama fotoan di dermaga kayu pake gaun warna putih, melambai-lambai (im not kuntilanak ya..)
19. Mukaku memang kelihatan sangar, tapi kalau senyum itu manis sekali, trust me :D
20. Aku memang bukan yang terbaik, tapi aku selalu berusaha untuk jadi yang terbaik, karena itu kalau sudah mau sesuatu maka harus, tekad kuat sekuat baja, walaupun untuk itu aku mesti otodidak sama om youtube atau google..

Itu 20 Facts About Me,,, Masih banyak yang lain, cuma karena diminta cuma 20, yah saya ungkapkan 20 saja...
:D
foto waktu ke Surabaya, travelling yang rada elit tapi gratis, pake pesawat dan nginap di Empire Palace Hotel, hihihi

Selasa, 23 September 2014

Jelajah Sumbawa (Bukan Hanya Angan-angan)

Bukan hanya angan-angan
Mungkin suatu saat nanti aku akan membuka postinganku tentang ini, dan aku akan tersenyum bahagia karena semuanya telah habis aku datangi dan ceritanya pun tak luput dari blog ini. Saat itu aku akan dengan bangga memberitahu dunia betapa indahnya Sumbawa, tanah tempatku dibesarkan ini. Saat itu pula aku akan dengan berbahagia hati menjawab semua pertanyaan tentang Sumbawa, yang dulu ketika ditanya tentang objek wisata Sumbawa, aku hanya terbengong-bengong sendiri.
Atau mungkin saja nanti sebelum list-ku ini selesai, aku telah bertemu denganmu, dan kita menghabiskan setiap akhir pekan kita dengan berkeliling Sumbawa. Kamu membantuku menyelesaikan semua list impian jalan-jalanku ini. Bersama menjelajahi setiap jengkal tana Sabalong Samalewa ini. Kita akan punya segudang cerita seru untuk kembali kita ceritakan kepada anak-anak kita kelak, tentang betapa romantisnya orang tua mereka.
Jika memang 'mungkin' itu iya, aku berharap waktu ini masih ada untukku, karena kita tidak tahu apa yang terjadi dengan kita kelak. Jika memang 'mungkin' itu iya, entah bagaimana, dan kapan, selalu ada cara untuk kita bertemu.
:D

#Dream #Love #Journey #You
Dont let me goo :D

Senin, 22 September 2014

Kalau Gak Suka, Remove Saja!!!!

Tulisan yang saya tulis ini jadi renungan untuk saya, karena saya juga tergolong orang yang sangat eksis di dunia maya, terutama di FB dan Blog  :D
"Kalau tak suka dengan postingan saya, yasudah tinggal remove saja, yasudah tinggal unfollow saja, gampang kan?"
Yang sering mengucapkan itu di sosmed silahkan ngacung??
Hehehe. 
Saya tergolong orang yang paling sering mengatakan itu di FB. Saya beranggapan bahwa dunia maya adalah dunia privasi tanpa batas yang setiap orang berhak melakukan apapun disana. Saya lupa bahwa dunia maya diisi oleh manusia, atau dengan kata lain hidup di dunia maya sama juga dengan hidup di dunia nyata, ada aturan-aturan yang mesti dilakukan untuk mengawetkan hubungan sosial kita sesama manusia.  Dunia maya juga diisi oleh manusia berhati nurani yang pasti risih dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan.
Sumber Google
Masih segar di dalam ingatan kita tentang kasus Florence, mahasiswa yang kuliah di Jogja, akibat kata-kata maciannya yang dituliskan di Path membuat dia harus menginap di kantor polisi,  terus kasusnya Farhat Abbas yang ngomong asal jeplak, akibat kicauannya di Twitter membuat Ahmad Dhani tersinggung dan melaporkannya ke Polisi. Itu contoh kecil dari tajamnya kata-kata yang kita ucapkan bisa membuat sayatan ke hati orang, kata-kata mulutmu harimaumu sepertinya sudah tidak lagi terpakai karena diganti dengan kata Statusmu Harimaumu. Status yang kita tulis bisa menjadi nasehat yang baik bagi yang membaca, tetapi juga bisa menjadi harimau yang menyerang kita kapan saja. Terkadang ada sesuatu yang bagi kita, its okey biasa saja, tetapi bagi orang lain itu tidak biasa-biasa saja, ketika dinasehati kita seringkali mengatakan, "Ini privasi saya, kalau tidak suka silahkan remove." Saya baru sadar (karena saya juga sering mengucapkan kata-kata itu,hehehe) kalau itu adalah satu kataketidakdewasaan kita terhadap menanggapi sesuatu, apa salahnya ketika dinasehati kita mengatakan iya dan menerima dengan lapang dada, yang bisa menilai baik buruknya kita adalah orang lain, seperti cermin, kita tidak bisa mengetahui bagaimana kita jika tak ada cermin yang merefleksikan bayangan kita, begitu juga dengan bertingkah laku, norma dan tata sosial yang bisa menjadi patokan apakah sikap kita sudah benar atau tidak. Hidup di sosmed sama juga dengan hidup bertetangga, tata krama mesti dijaga, sopan santun juga harus. Jika ada tingkah kita yang kelewatan dan mengganggu orang lain, terus mereka menasehati, dan kita dengan santi bilang "Ini rumah saya kok, terserah saya dong mau melakukan apa, kalau tidak suka silahkan pergi." Terbayang sandal masyarakat satu RT mampir dikepala,hehehe.
Tidak semua hal mesti dibagi dan diketahui oleh orang banyak, jadi ingat tentang cerita guru di Amerika memuat foto liburannya dan sedang minum-minum disebuah bar. Para orang tua protes dan menganggap bahwa tingkah guru itu tidak bisa menjadi panutan, dan akhirnya si guru dipecat. Who knows (Kecuali Allah) yang tahu tentang itu jika dia tidak menyebarkan sendiri aibnya di sosmed, sesuatu yang harusnya menjadi aib yang disembunyikan dengan sukarela disebarkan sendiri ke khalayak ramai. Gara-gara sosmed, kita dengan sukarela menyampaikan keburukan kita kepada orang banyak. Umur-umur segini (Im still 22 yearsold) sudah seharusnya menjadi dewasa, kalau masih alay dan memposting yang alay-alay di sosmed sepertinya itu bukan jalan menuju kedewasaan tetap gagal menjadi dewasa. 
Sekali lagi (nasehat buat saya) tatakrama itu tidak hanya ada di dunia nyata tetapi di dunia maya. Jika kita merasa bahwa kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain maka seharusnya kita bisa menjaga sikap kita agar tidak menyakiti orang lain , siapa tahu nantinya orang yang kita sakiti itu menjadi orang kita butuhkan,  bukankah seribu teman tak cukup tetapi satu musuh cukup? Jadi untuk apa membuat masalah gara-gara dunia maya?
Terakhir, ini bukan masalah tidak suka silahkan remove, tetapi masalah habluminannas (hubungan sesama manusia), dosa kepada Allah seberapapun besarnya bisa dimaafkan hanya dengan bertobat memohon ampun kepada Allah, tetapi dosa/ kesalahan kita kepada manusia tidak akan termaafkan sekalipun kita rajin ibadah berdoa agar dimaafkan kecuali kita sendiri yang memohon maaf kepada orang itu.
Demikian, kalau ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan, semoga ini bisa jadi pengingat kita..
:D

Selasa, 16 September 2014

Pulau Moyo, GoodBye :(

Waktunya pulang pemirsaaaaa...
Dua hari disini sangat menyenangkan. Dua hari yang melelahkan sekaligus menggembirakan. Tapi hidup tidak melulu tentang jalan-jalan dan senang-senang, ada banyak hal yang mesti dituntaskan setelah sampai rumah, dan itu adalah pekerjaan kantor yang menumpuk. Semoga libur nanti bisa kembali lagi kesini, Aamin.
Jam 13.30 Wita, kapal berangkat. Kita menghindari pulang siang-siang, soalnya ombak besar, tapi apalah daya keasyikan main di Diwu Mba'i, jadi bikin kita semua kalap dan lupa waktu. Hanya bisa berdoa supaya ombak tidak menghantam kita diperjalanan nanti.
Labuhan Aji Pulau Moyo

Jelajah Sumbawa, Episode Pulau Moyo (Air Terjun Diwu Mba'i)

Baca tulisan saya sebelumnya tentang Pulau Moyo sama Air Terjun Mata Jitu

Sehari di Pulau Moyo memang tidak cukup untuk mengeksplore semua keindahan alamnya. Pas kesana baru bisa ke Air Terjun Mata Jitu dan Air Terjun Diwu Mba'i saja, masih ada satu air terjun lagi yang belum kita datangi. Terus pantai pasir putihnya yang eksotisnya pun belum saya jadikan kasur buat guling-gulingan, selfie sana selfie sini,hehehe, dan menyedihkannya lagi belum sempat say hello sama karang dan ikan-ikannya yang lucu. Oke wait, saya pasti akan kesana lagi.
Hari kedua di Pulau Moyo kita pake buat beres-beres kemah, masak dan main-man ke air terjun Diwu Mba'i, itu pun main-mainnya tidak bisa lama-lama, soalnya kalau kesiangan pulang, kita bisa dihantam ombak.
Jam 09.00 Wita kita sudah selesai beres-beres barang, bersihkan lokasi kemah (Jangan sampai pas datangnya bersih, terus pulang meninggalkan sampah), masukkan barang-barang ke kapal, dan perjalanan kami di Pulau Moyo pun dilanjutkan ke air terjun Diwu Mba'i. Diwu Mba'i ini berasal dari bahasa Bima yang artinya kolam buaya (Diwu artinya kolam, Mba'i artinya buaya), konon menurut warga sekitar dulunya kolam air terjun ini pernah ditinggali oleh seekor buaya, makanya dinamakan Diwu Mba'i. Tapi tenang saja, sekarang sudah tidak ada lagi buayanya, jadi aman tentram buat mandi dan nyebur-nyebur.
Jalan menuju air terjun Diwu Mba'i
Air Terjun Diwu Mba'i, unik soalnya ada  tali buat gantungan

siap-siap, satu dua tiga dan byuuuuuur

Senin, 15 September 2014

Jelajah Sumbawa, Episode Pulau Moyo (Air Terjun Mata Jitu)

Untuk tahu segala hal tentang Pulau Moyo bisa baca dulu postingan saya sebelumnya. Buat teman-teman yang baru kesana bisa baca-baca dulu infonya untuk menambah referensi jalan-jalan ke Moyo,hehehe.
Ini seperti mimpi, dan rencana yang menakjubkan bagi saya. Berkali-kali berencana kesana bersama beberapa orang teman tetapi selalu saja gagal, dan akhirnya bisa kesana tanpa perencanaan yang matang, alias modal nekat saja. Fix keputusan berangkat hari kamis, kemudian seorang teman mencarikan kapal, tanpa guiding (karena diantara 67 orang yang akan kesana tak ada satu pun yang pernah pergi, jadi kita sangat buta info), tanpa persiapan yang benar-benar matang, hanya berbekal Bismillah dan keberanian yang nekat kita berangkat. Menginap sehari, sabtu minggu di Pulau Moyo.
Sampai di Pulau Moyo, kita beres-beres dan membangun tenda. Setelah itu lanjut trackking ke air terjun Mata Jitu. 7,5 Km dari Desa Labuhan Aji. Kalau gak kuat jalan, bisa kok sewa motor warga, tapi bayarnya lumayan mahal, Rp.100.000, jadi jalan kaki rupanya lebih menyehatkan kantong,hehehe
Istirahat dan foto-foto dulu, lumayan jalan 7,5 km

Pulau Moyo, mahal? Kata Siapa??



Dermaga Labuhan Aji Pulau Moyo


“Ada banyak kesalahpahaman di dunia ini terjadi karena ketidaktahuan kita tentang sesuatu. Oleh karena itu, kita diminta untuk pergi berkeliling, menjelajah ke setiap pelosok negeri agar kesalahpahaman itu tidak terus berlanjut.” (Tere Liye)

Selama ini saya mengira bahwa untuk ke Pulau Moyo kita perlu merogoh kocek yang lumayan dalam bahkan hingga membuat kantong bolong.  Selama ini saya mengira bahwa segala sesuatu yang sudah tereskpose dan menjadi mindset pariwisata akan mahal segala sesuatunya.  Apalagi ketika mendengar nama Lady Diana yang pernah kesana juga, semakin takut (karena mahal) dan tertanglah untuk kesana. Saya selama ini juga mengira akses kesana susah, terus ombaknya yang besar itu membahayakan kita yang menyeberang kesana. Teryata segala perkiraan itu terbantahkan, telak. Sabtu 13 September 2014, saya dan teman mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa pergi ke Pulau Moyo dalam rangka pembubaran panitia ospek. Dreams Come True, beib. Sudah lama memimpikan datang ke pulau moyo, tetapi selalu terhalang beberapa hal, terutamanya adalah tentang pikiran saya yang masih menganggap bahwa untuk ke Pulau Moyo itu mesti punya banyak uang. Sama sekali tidak, ketika sampai disana ada banyak ‘kejutan’ yang kita terima.

Jumat, 12 September 2014

Mungkin Nanti, Nak

Mungkin nanti saya punya anak kecil yang lucu-lucu, saya tidak ingin hidupnya terperangkap dalam rutinitas “sekolah-rumah”.  
 Mari kita berkeliling Indonesia, Nak, mencoba petualangan baru, membaca banyak buku, kau akan tahu bahwa ada banyak hal yang belum kau tahu, maka cari tahulah, berkelanalah, cari ilmu itu sepanjang perjalananmu.   
Jangan seperti Ibumu nak, hanya diam ditempat yang sama, berkelanalah, cari ilmu itu, itu satu cara dari banyak cara agar kau mengagungi Rabb-Mu pencipta alam yang indah ini. Banyaklah mentadabburi  alam ini, agar kau bersyukur hidup di negeri indah nan damai ini. Indonesia.
Mungkin nanti saya punya anak kecil yang lucu-lucu. Tidak akan ada les matematika atau bahasa inggris yang memusingkan otak, itu nanti saja. 
Mari kita belajar, memahami,  membaca Al-Qur’an, agar ia hidup dengan kita. 
Mari kita berlatih beladiri, berenang, memanah, menunggang kuda, mungkin nanti suatu saat kau tidak akan mendapati Indonesia sebagai negeri yang damai, mungkin ia akan seperti  Palestina, setiap harinya hidup dengan perang, dengan deru rudal. 
Kita memang akan mati nak, tapi matilah dengan perlawanan pedang-pedang kita, bukan dengan suara lantang kita, nak. 

Mungkin nanti, nak....


Sumbawa, 13 Juli 2104
(disela-sela menyaksikan berita tentang Palestina)

Foto Sepupu saya, Dzakir Khafadi