Senin, 22 September 2014

Kalau Gak Suka, Remove Saja!!!!

Tulisan yang saya tulis ini jadi renungan untuk saya, karena saya juga tergolong orang yang sangat eksis di dunia maya, terutama di FB dan Blog  :D
"Kalau tak suka dengan postingan saya, yasudah tinggal remove saja, yasudah tinggal unfollow saja, gampang kan?"
Yang sering mengucapkan itu di sosmed silahkan ngacung??
Hehehe. 
Saya tergolong orang yang paling sering mengatakan itu di FB. Saya beranggapan bahwa dunia maya adalah dunia privasi tanpa batas yang setiap orang berhak melakukan apapun disana. Saya lupa bahwa dunia maya diisi oleh manusia, atau dengan kata lain hidup di dunia maya sama juga dengan hidup di dunia nyata, ada aturan-aturan yang mesti dilakukan untuk mengawetkan hubungan sosial kita sesama manusia.  Dunia maya juga diisi oleh manusia berhati nurani yang pasti risih dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan.
Sumber Google
Masih segar di dalam ingatan kita tentang kasus Florence, mahasiswa yang kuliah di Jogja, akibat kata-kata maciannya yang dituliskan di Path membuat dia harus menginap di kantor polisi,  terus kasusnya Farhat Abbas yang ngomong asal jeplak, akibat kicauannya di Twitter membuat Ahmad Dhani tersinggung dan melaporkannya ke Polisi. Itu contoh kecil dari tajamnya kata-kata yang kita ucapkan bisa membuat sayatan ke hati orang, kata-kata mulutmu harimaumu sepertinya sudah tidak lagi terpakai karena diganti dengan kata Statusmu Harimaumu. Status yang kita tulis bisa menjadi nasehat yang baik bagi yang membaca, tetapi juga bisa menjadi harimau yang menyerang kita kapan saja. Terkadang ada sesuatu yang bagi kita, its okey biasa saja, tetapi bagi orang lain itu tidak biasa-biasa saja, ketika dinasehati kita seringkali mengatakan, "Ini privasi saya, kalau tidak suka silahkan remove." Saya baru sadar (karena saya juga sering mengucapkan kata-kata itu,hehehe) kalau itu adalah satu kataketidakdewasaan kita terhadap menanggapi sesuatu, apa salahnya ketika dinasehati kita mengatakan iya dan menerima dengan lapang dada, yang bisa menilai baik buruknya kita adalah orang lain, seperti cermin, kita tidak bisa mengetahui bagaimana kita jika tak ada cermin yang merefleksikan bayangan kita, begitu juga dengan bertingkah laku, norma dan tata sosial yang bisa menjadi patokan apakah sikap kita sudah benar atau tidak. Hidup di sosmed sama juga dengan hidup bertetangga, tata krama mesti dijaga, sopan santun juga harus. Jika ada tingkah kita yang kelewatan dan mengganggu orang lain, terus mereka menasehati, dan kita dengan santi bilang "Ini rumah saya kok, terserah saya dong mau melakukan apa, kalau tidak suka silahkan pergi." Terbayang sandal masyarakat satu RT mampir dikepala,hehehe.
Tidak semua hal mesti dibagi dan diketahui oleh orang banyak, jadi ingat tentang cerita guru di Amerika memuat foto liburannya dan sedang minum-minum disebuah bar. Para orang tua protes dan menganggap bahwa tingkah guru itu tidak bisa menjadi panutan, dan akhirnya si guru dipecat. Who knows (Kecuali Allah) yang tahu tentang itu jika dia tidak menyebarkan sendiri aibnya di sosmed, sesuatu yang harusnya menjadi aib yang disembunyikan dengan sukarela disebarkan sendiri ke khalayak ramai. Gara-gara sosmed, kita dengan sukarela menyampaikan keburukan kita kepada orang banyak. Umur-umur segini (Im still 22 yearsold) sudah seharusnya menjadi dewasa, kalau masih alay dan memposting yang alay-alay di sosmed sepertinya itu bukan jalan menuju kedewasaan tetap gagal menjadi dewasa. 
Sekali lagi (nasehat buat saya) tatakrama itu tidak hanya ada di dunia nyata tetapi di dunia maya. Jika kita merasa bahwa kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain maka seharusnya kita bisa menjaga sikap kita agar tidak menyakiti orang lain , siapa tahu nantinya orang yang kita sakiti itu menjadi orang kita butuhkan,  bukankah seribu teman tak cukup tetapi satu musuh cukup? Jadi untuk apa membuat masalah gara-gara dunia maya?
Terakhir, ini bukan masalah tidak suka silahkan remove, tetapi masalah habluminannas (hubungan sesama manusia), dosa kepada Allah seberapapun besarnya bisa dimaafkan hanya dengan bertobat memohon ampun kepada Allah, tetapi dosa/ kesalahan kita kepada manusia tidak akan termaafkan sekalipun kita rajin ibadah berdoa agar dimaafkan kecuali kita sendiri yang memohon maaf kepada orang itu.
Demikian, kalau ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan, semoga ini bisa jadi pengingat kita..
:D

8 komentar:

  1. Permaslhanx adalah...satu2x orang yg remove sy adalh orang yg gk prnah g suka sm postingan sy...mlh terlalu suka..dn mmlih pergi,,,whahaha....LOL

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihhi...
      kalau ka ema lain kasus ...
      :D
      saya sadar diri suka agak melebai buat status, terus ada yang nasehati, saya ngambek terus bilang yasudah remove aja,, akhir2 ini saya merenung,, iya ya kok saya ga dewasa banget :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. jangaaaaan....
      separuh dunia runtuh kalo diremove kak fery,hihihi
      :D

      Hapus
  3. sy termasuk org yg maen remove aja kalo isii postingannya alay :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga kalau dalam posisi itu juga suka remove,hihi

      Hapus
    2. berarti kau beruntung lolos dr remove-an ku dek,,,kau kan alay :D :D :D

      piiss pissss!

      Hapus
    3. saya sekarang udah jarang ngepost di FB....
      -_-
      mau jd pemantau anak alay aja ah ^_^

      Hapus

Tinggalkan jejak ya teman-teman, supaya saya bisa berkunjung kembali....
Salam persahabatan Blogger Indonesia ^_^