Senin, 15 Desember 2014

Petualangan Menakjubkan di Gua Mumber



Efek petualangan di Liang Dewa beberapa minggu yang lalu ternyata berbekas mendalam di hati saya. Saya jadi terpesona dan mulai menyukai ruang gelap bawah tanah yang bernama gua itu Memasukinya membuat sadar bahwa kekuasaan Allah itu tidak ada batasnya.
Tidak perlu menjelajah jauh untuk mencoba menikmati sensasi berpetualang di dalam gua, apalagi jika harus mengeluarkan banyak uang dan harus keluar negeri untuk itu. Sumbawa punya banyak gua yang amazing (baca:emejing) untuk menguji adrenallin kita, tetapi masalahnya (memang agak klasik tapi berpengaruh besar) adalah tidak adanya publikasi yang masif tentang keberadaan gua tersebut dan akses kesana yang agak susah, sehingga banyak yang mengira bahwa Sumbawa hanya sebuah daerah gersang tanpa sisi menarik sama sekali, padahal Sumbawa begitu mempesona untuk coba dijelajahi lebih dalam lagi. Adventurous Sumbawa mengajak dan memperkenalkan saya tentang semuanya, tentang keindahan Sumbawa yang tidak hanya ada di Pulau Moyo, Madu Sumbawa, dan Main Jarannya, lebih dari itu Sumbawa menjanjikan petualangan yang tak akan terlupakan. 
Sudah direncanakan selama beberapa minggu yang lalu, akhir pekan ini Adventurous Sumbawa akan caving lagi ke salah satu gua yang tidak kalah amazing-nya dengan yang ada di Liang Dewa, yaitu Gua Mumber yang ada di Sumbawa Barat. Gua ini belum banyak yang tahu, informasinya di internet pun tidak begitu banyak, bahkan susah untuk ditemukan. Tidak usah berbicara tentang informasi tentang wisata Sumbawa, karena itu sangat minim sekali, masyarakat Sumbawa saja tidak banyak yang tahu tentang itu. Om Imran adalah salah seorang teman fotografer yang pertama kalinya meracuni saya tentang gua itu, kata beliau gua itu sangat indah, dan terbukti dengan foto-foto yang diperlihatkan kepada saya. Ah ‘racun’ itu ada dimana-mana, kawan, maka berhati-hatilah jika tidak ingin racunnya masuk kedalam syaraf otak terdalam yang bisa membuat otakmu lumpuh seketika jika tidak datang kesana.
West Sumbawa Adventure
Judulnya adalah “West Sumbawa Adventure”. Perjalanan 2 hari di Sumbawa Barat dari tanggal 13-14 Desember 2014 dengan menjelahi beberapa tempat bersejarah di Sumbawa Barat, seperti Tiu Kelamu yang merupakan kolam tempat mandi Lala Jinis, makam Datu Seran yang merupakan makam raja-raja pada Kerajaan Seran dahulu kala, dan beberapa tempat lainnya. Salah satu tempat yang membuat saya sangat tertarik untuk ikut trip ini adalah perjalanan ke Gua Mumber, gua emejing yang membuat saya mupeng tak terkira sejak diracuni oleh Om Imran dengan foto dan cerita-cerita kece-nya.
Perjalanan dari Sumbawa ke Taliwang, Sumbawa Barat memakan waktu kurang lebih tiga setengah jam dengan kecepatan standar. Dari Sumbawa pukul 15.00 wita, tiba di taliwang pukul 17.30 wita. Lumayan melelahkan tetapi itu tidak akan terasa karena disepanjang jalan, mata akan dimanjakan dengan pemandangan hijau dengan barisan bukit dan sawah Sumbawa yang menyejukkan mata. Kalau badan sudah begitu lelah, bisa juga istirahat sejenak sambil menikmati jagung rebus asli Rhee yang terkenal itu. Jagungnya manis dan enak. Disepanjang jalan kawasan Rhee banyak penjual jagung rebus yang menjajakan jualannya di bale-bale sederhana pinggir jalan, disana kita bisa makan jagung sembari memulihkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan kembali. 
Ada satu tempat yang menarik juga untuk menjadi tempat peristirahatan, yaitu Bukit Galau. Dinamakan Bukit Galau bukan karena disini banyak ABG labil yang sering nongkrong  kemudian bergalau ria bersama ya, bukan, itu karena di bukit inilah tempat para pengendara dari Sumbawa ataupun Taliwang beristirahat melepas lelah sambil minum kopi di kedai yang ada di bukit tersebut. Bukit ini sebenarnya bernama Bukit Samarekat, tetapi belakangan lebih populer dengan nama Bukit Galau. Pemandangan yang disajikan juga tak kalah indah seperti jalan yang ada di film-film Hollywood dengan  bukit dan jalan meliuk-liuk tajam. Dari bukit ini akan terlihat jelas lautan Sumbawa dengan pulau-pulau kecilnya.
pemandangan laut Sumbawa dari Bukit Galau
berugak tempat istirahat dipuncak bukit
goweser dari Tanakan Seteluk yang mampir untuk beristirahat

Perjalanan ke Gua Mumber

Minggu 14 Desember 2014 kita melanjutkan trip ke Gua Mumber. Gua Mumber terletak di Kecamatan Brang Rea, Desa Bangkat Monteh, Kabupaten Sumbawa Barat.  Dari pusat kota KSB (Kabupaten Sumbawa Barat) memakan waktu sekitar kurang lebih 30 menit untuk sampai ke Desa Bangkat Monteh. Jalan menuju desa sudah bagus, tetapi jalan menuju ke hutan tempat gua itu berada yang masih kurang bagus. Jalannya lumayan curam, berkerikil, membuat kita mesti ekstra hati-hati dalam mengendarai motor. Hutannya yang hijau dengan pohon-pohon menjulang tinggi membuat saya tidak ada bosan-bosannya untuk berdecak kagum. Ini pertama kalinya saya berada ditengah hutan Sumbawa seperti ini, dan ini sukses memikat hati saya.
Bapak-bapak yang mengiring kerbaunya untuk mengikuti barapan kebo
Sawah hijau nan cantik di sepanjang jalan
perjalanan menuju Bangkat Monteh
Perjalanan menuju hutan tempat gua berada
Butuh waktu sekitar kurang lebih 2,5 jam trekking masuk hutan dengan jalan yang lumayan menanjak dan licin untuk sampai di guanya. 
Ada Bocah Petualang Bersama Kami

Rasanya seperti ingin bilang ‘wow bertubi-tubi’ dan guling-guling jumpalitan keliling hutan ini ketika melihat seorang anak kecil mungil yang baru berumur 5 tahun ikut dalam trip kita. Yang lebih membuat saya ingin bilang ‘wow’ lagi adalah melihat ketertiban hati kedua orang tuanya yang berani mengajak anaknya untuk mengikuti trip menantang ini.  Kita akan ke gua lho?? Gua yang akan kita datangi juga bukan gua mainstream sebagai objek pariswisata atau dengan kata lain gua ini masuk dalam kategori gua yang jarang didatangi masyarakat. Masuk keluar hutan, jalan trekking dengan jalur menanjak yang tidak bisa dibilang mudah dan si anak kecil itu dengan santainya jalan tanpa beban apapun. Jempol di tangan dan kaki saya tidak akan cukup untuk mengapresiasi betapa kerennya keluarga ini. Ibu, Bapak, anak perempuan yang masih kelas 3 SD dan anak laki-lakinya yang berumur 5 tahun dengan semangat ikut trip ini. Keluarga petualang yang kece nih.

“Ahlan, sini Bapak gendong!!” Bapaknya berusaha membujuk sambil mencoba untuk menggandeng tangan anaknya tetapi si anak tetap keukeuh dengan keinginannya jalan sendiri. Saya jadi malu mengeluh lelah ketika ada seorang anak berumur 5 tahun semangat trekking tanpa ada sedikit pun keluhan yang keluar dari mulutnya. Cara seperti ini bagus dilakukan para orang tua untuk membuat anak mencintai lingkungan, cara sederhana yang akan membekas selamanya didalam hati si anak. 
Ahlan, anaknya om jhon yang keren
ika, mbak pujia, dan ahlan

Gua Mumber

Akhirnya setelah keluar masuk hutan selama kurang lebih 2,5 jam kita sampai juga di Gua Mumber. Bentuk dinding guanya begitu unik dan cantik dengan stalagnit dan stalagtit di sekelilingnya. Beda dengan Liang Dewa, gua yang pertama saya datangi, gua ini relatif lebih aman dan tidak begitu menakutkan. Ketika masuk ke dalam gua kita langsung mencium bau khas dari kelelawar yang merupakan penghuni gua ini. Langit-langit gua ini begitu tinggi, dan ruang pertama gua ada sebuah batuan kapur besar yang bentuknya sangat unik.

Gua pertama berpola auditorium besar dengan ketinggian langit-langit mencapai 15 meter yang terdiri atas dua lantai massa ruangan. Lantai dasar yang relative datar danrata memiliki luas sekitar 3.000 m2. Bidang dinding peralihan antar lantai relatif terjal dengan beda ketinggian 5-8 meter dipenuhi dengan stalaktit dan stalagnit. Lantai kedua memiliki permukaan tidak rata dengan bongkahan batu kapur dalam berbagai ukuran mendominasi. Gua ini menyerupai lorong memanjang yang cenderung menyempit pada bagian ujung dalamnya.  (Info dari disparekraf KSB).
Halaman depan gua
ceritanya sih pengelana :D
Temen AS


Gua Mumber, foto ini bisa ada berkat bantuan bang yudi (pake kameranya beliau, soalnya pocket saya ga bisa, hihi)
Gua mumber
Foto by Om Imran

Ruangan utama gua mumber, foto by Bang Yudi Rusdian
Foto by Bang Yudi Rusdian
Maaf untuk foto didalam gua tidak menggunakan foto hasil jepretan saya, saya meminta di Bang Yudi dan Om Imran, mungkin ini karena saya menggunakan pocket, jadinya tidak bisa menangkap secara bagus. Ketika saya mencoba foto, hasil foto yang terlihat hanya bayangan hitam saja. Lumayan sedih, tapi saya jadi belajar banyak, tentang trik fotografi dalam gua, tata cara pengambilan gambar, dsb.  
Untuk menuju keluar gua kita mesti ekstra hati, karena jalannya lumayan terjal, dan batu-batunya adalah bentuk batuan lepas yang cukup berbahaya. Setelah Gua Mumber, ada satu gua lagi yang tidak kalah bagusnya, didalam gua itu ada sungai dengan air yang sangat dingin dan jernih, tetapi jalan masuknya lumayan terjal, dan sangat berbahaya untuk kita yang perempuan, jadinya kita hanya menunggu di mulut gua menunggu sembari menghabiskan makanan yang ada, hehehe.
mi ini enak, serius #bukan iklan
istirahat sejenak di mulat gua
adventurous sumbawa, its time for sumbawa
muka hitam dan kucel :D
waktunya pulang

Sangat disayangkan jika gua yang begitu indah ini dibiarkan begitu saja, gua ini begitu indah dan unik. Semoga kedepannya pemerintah lebih perhatian dengan keberadaan gua ini dengan memperbaiki akses dan membangun fasilitas yang memudahkan orang ketika berkunjung kesana, seperti pembuatan jalan setapak menuju gua.
Adventurous Sumbawa
Adventurous Sumbawa, narsis dulu sebelum pulang :D

"Sumbawa itu indah kawan, maka izinkan aku membuktikan keindahan Sumbawa itu lewat tulisan-tulisanku ini." Lulu

17 komentar:

  1. Emejing b.g.t ,,sayangnya sya waktu itu gk enak bdan,jdi malas jepret2,,hehe. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahhh iksan, perasaan dirimu deh yang asyik2 selfian bareng subhan :D

      Hapus
    2. Biasanya lebih dari itu mba,,hehe.
      Wktu itu sya lupa bawa kamera,hp mati,power bank gak ada,,hadeehh,lengkap sudah. ;(

      Hapus
    3. malang nasibmu san... hihihi

      Hapus
  2. memang alam sumbawa tidak bisa di pandang sebelah mata, akhir dari manfaat alam tergantung pada pemda, apakah pemda serius atau tidak dalam memajukan pariwisata NTB hanya tuhan yang tahu, tapi sebagai masyarakat NTB saya berharap keseriusan pemda lebih di tingkatkan lagi. mbk bungkus mie-nya tolong jangan di buang sembarangan kalau bisa dibakar aja. alam butuh seratus tahun untuk menghancurkan plastic seperti itu. mari jaga kebersihan alam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas semoga pemerintah lebih serius lagi menggarap pariwisatanya, lumayan untuk meningkatkan PAD,,,,
      hehehe, alhamdulillah mas kita gak buang sampah sembarangan kok, sampah dr makanan yang kita makan disimpan ditas, kalo sudah sampai tempat yang kira2 ada bak sampah atau TPA-nya barulah kita buang disana....
      percuma rasanya pergi trip kemana2, naik gunung turun gunung kalau perkara sampah seperti ini kita tidak bisa mengatur, mencoba mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana :D
      *btw thanks sudah berkunjung dan mengingatkan :D :D

      Hapus
  3. warna-warni stalagtit dan stalagmitnya bagus sekali ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. warna warni itu efek cahaya yang masuk dari luar,,, ditambah juga lighting dari lampu2 yang sengaja dipasang untuk foto :D

      Hapus
  4. Balasan
    1. berada dibawah bumi seperti itu membuat sadar betapa besar dan tidak ada batasnya kekuasaan Allah....
      :D

      Hapus
  5. Sumbawa itu bagus mbak ckckckc

    BalasHapus
  6. very interesting information thank you for sharing information may be useful Nutrisi daya tahan tubuh

    BalasHapus
  7. haloo.. saya dari bali rencana akhir maret 2015 ini mau trip ke gua mumber..
    ohya saya mau nnya kalau kesana harus pake guide atau tdk? klo harus brp biayanya?
    klo bisa gak pake guide atau tanpa biaya guide sih mungkin sangat membantu karna saya sendri backpacker dengan budget minim. hehe...
    terima kasih.. mohon tanggapannya.. :)
    -SALAM LESTARI-

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai bang, salam kenal dari saya...
      oh ya kalo ke gua mumber saran saya mesti pake guide warga sekitar, soalnya jalan menuju ke guanya itu yang masih belum tertata alias setapak, dan belum ada penunjuk jalannya, dikhawatirkan nanti bisa tersesat...
      untuk guidenya sy kurang tahu berapa pastinya, karena kemarin kita pun pake guide dan bayarnya patungan...
      :D

      Hapus
  8. Kl mo ke gua ini bs minta kontak guide nya? Thanks

    BalasHapus

Tinggalkan jejak ya teman-teman, supaya saya bisa berkunjung kembali....
Salam persahabatan Blogger Indonesia ^_^