Selasa, 21 April 2015

Berakhir Pekan ke Pulau Paserang Bersama Elang-elang Muda

Elang-elang Muda UTS

"Kita cek biota laut Pulau Paserang. Jalan-jalan dan penelitian. Sesekali kita perlu untuk keluar dari Laboratorium itu, hehehe" Kata saya waktu itu ketika mulai meracuni mereka tentang ajakan jalan-jalan akhir pekan ini.
"Iya Kak Lulu, saya mau. Nanti saya ajak teman-teman yang lain lagi." Fahmi sangat antusias dengan ajakan ini. Dia baru pulang magang dari NIMS Jepang. Rutinitas di Laboratorium tentu saja membuatnya jenuh, dan refreshing akhir pekan ini bisa jadi satu obatnya. Tidak disangka, tawaran iseng-iseng saya berbuah manis. Fahmi dan kawan-kawan teracuni untuk mengunjungi pulau itu. Yeayyy. Ini kali pertama bagi saya jalan bersama adik-adik di Universitas Teknologi Sumbawa. Berasa jadi mahasiswa lagi jalan dengan mereka yang masih kyut hehehe. Elang-elang muda adalah sebutan bagi mahasiswa UTS, dengan harapan mereka bisa menjadi elang yang kuat dan perkasa dan terbang ke seluruh penjuru dunia.
Perjalanan Menuju Paserang
Pulau Paserang. Satu diantara banyak pulau eksotis yang terhampar di lautan sekitar Poto Tano: Gerbang masuk Pulau Sumbawa. Beberapa kali teman-teman mengajak saya untuk berakhir pekan disana, dan beberapa kali pula selalu ada hal yang tak terduga yang membuat saya tidak bisa memenuhi ajakan mereka. Selain spot snorklingnya terbaik di Sumbawa, ilalangnya juga sedang cantik-cantiknya, hijau. Mungkin kemarin itu memang belum waktunya.
"Lu, jangan lupa cek dulu angin ban motormu itu. Kata Bapak tadi bannya kempes itu." Ibu mengingatkan saya.
"Iya Bu, sudah kok." Saya menjawab sambil menaikkan barang-barang bawaan saya ke atas motor. Segala panci, piring, sendok, gelas, tak luput dari perhatian saya. Memastikan tidak boleh ada yang ketinggalan, hatta satu barang pun. Tak lupa snorkel juga masuk ke dalam tas. Tidak membawa alat snorkling ke Paserang sama artinya dengan tidak membawa uang ke pasar: tidak ada gunanya. Tidak seperti biasanya Ibu tidak banyak berkomentar dengan kepergian saya keluar rumah kali ini, biasanya beliau akan banyak tanya ini dan itu. Mungkin Ibu saya mulai paham kalau anaknya sudah beranjak dewasa ^_^
Kampung nelayan di Poto Tano
kampung nelayan di Poto Tano, landscapenya amazing :D
Pukul 13.30 Wita semua pasukan telah berkumpul dan kita pun melanjutkan perjalanan menuju Poto Tano. Memakan waktu sekitar kurang lebih dua jam dari pusat Kota Sumbawa untuk menuju Poto Tano. Ada delapan pulau kecil nan eksotis yang tersebar di sekitar Poto Tano Sumbawa. Pulau Kenawa menjadi satu destinasi andalan Sumbawa, kemudian Pulau Paserang menyusul. Hampir setiap akhir pekan Pulau Kenawa selalu ramai dikunjungi wisatawan dalam maupun luar Sumbawa. Seperti sore ini saja, puluhan orang sudah berkumpul di dermaga penyebrangan kampung Poto Tano untuk menuju kesana. Untuk menuju ke Pulau Paserang kita bisa menyewa kapal yang dimiliki nelayan di Kampung Poto Tano. Harga sewanya sekitar Rp. 400.000 hingga Rp. 450.000 (Tips, alangkah bagusnya jika perjalanan ke pulau-pulau kecil di Sumbawa dengan teman yang banyak, supaya sharing cost sewa kapalnya pun sedikit). Akhir pekan menjadi berkah tersendiri bagi nelayan di Poto Tano. Kapalnya beralih fungsi, dari yang biasa dijadikan untuk menangkap ikan menjadi kapal angkut pengunjung ke pulau-pulau kecil itu.
"Pak mahal sekali sewa kapalanya. Bisa diturunkan sedikit ndak?? Hehehe" Saya mencoba lobi-lobi si Bapak yang juga kenalan saya ketika berkunjung ke Kenawa beberapa waktu yang lalu.
"Pulau Paserang jaraknya lumayan jauh dek, tidak seperti Kenawa. Berapa orang yang pergi??"
"Kita berdelapan, pak."
"Yasudah buat kalian Rp. 400.000 aja dah."
"Boleh pak, tapi nanti setelah ke Paserang mampir ke Kenawa juga, boleh??"
"Iya, memang rutenya seperti itu dek. Kalau ke Paserang, kita kasi bonus mampir ke Kenawa."
Yes, asyiklah kalau begitu. Seperti buy one get two. Beli satu dapat dua. Adik-adik UTS excited sekali dengan perjalanan pertama mereka ini. Ketika sampai di dermaga kampung Poto Tano mereka sudah 'teriak-teriak' tidak sabaran untuk menikmati pengalaman petualangan yang akan mereka lalui.

yeayyyy
dermaga penyebrangan pulau-pulau kecil di Poto Tano
pengunjung yang akan membawa barang bawaan ke dalam kapal
Penyebrangan menuju ke Pulau Paserang memakan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Beruntung sekali ketika penyebrangan kemarin tepat ketika senja sedang cantik-cantiknya. Warnanya di langit begitu indah, meninggalkan kesan romantis yang sangat mendalam. Andaikan kesini dengan si Pangeran, hehehehe.
air lautnya sedang surut, jadi kapal harus didorong untuk menuju ke tengah :D
menyebrang laut saat senja itu romantis
pulau kenawa yang berbalut senja
Bermalam di Paserang
Di Pulau Paserang telah di bangun beberapa cottage dengan bangunan yang terbuat dari kayu. Tapi sangat disayangkan pembangunan cottage itu terhenti begitu saja, dan hanya di huni oleh para penjaga yang merupakan nelayan dan pekerja pembangunan cottage itu dahulu. Saya tidak tahu persis kenapa cottage itu terhenti pembangunannya, ada banyak desas desus tentang itu. Tetapi satu yang pasti, belum beroperasinya cottage itu menjadi angin segar bagi kita, para pejalan dengan kantong tipis, setidaknya kita tidak perlu merogoh kocek yang lumayan dalam untuk menyewa cottage disana.
"Cukup kasih kami uang rokok saja." Kata si Bapak penjaga ketika memberikan kami kunci cottage. Bangunannya lumayan luas, dan nyaman. Kayu yang memenuhi semua bangunan fisiknya membuat kami hangat berada di dalamnya. Dan keuntungan lainnya lagi, walau belum beroprasi secara profesional, di Paserang ada listriknya juga. Ada genset yang digunakan sebagai sumber listrik disana. Kemarin kita ditawari oleh penjaganya untuk dinyalakan gensetnya barang satu atau dua jam saja. Lumayanlah untuk charger kamera dan HP.
"Kalau mau nginap disini lagi, bisa bawa bensin dari Sumbawa untuk gensetnya. Soalnya kami tidak punya banyak stok." Si Bapak memberitahu kami.Bermalam di pulau tak berpenghuni seperti ini memang menyenangkan. Sepi dan syahdu. Semalaman Fajri memutar lagu dari Tulus, yang membuat saya hafal segala lirik dan iramanya. Sesi foto-foto malam itu juga jadi ajang saya belajar. Tidak ada satu pun diantara kita yang benar-benar mahir dalam urusan foto-foto.
"Tenang Mbak, selagi Mbah Google masih rela ngasi info gratis, kita tidak akan kehilangan akal." Kata Dika malam itu. Niat hati untuk bisa foto bintang seperti yang di jepret Bang Fathul di Kenawa kemarin, membuat Google hancur lebur kita bongkar, cari tutorialnya. Saya dan Dika sibuk mengatur kamera untuk bisa mengabadikan keindahan Paserang malam hari dengan bintang-bintangnya yang cantik. Dari puluhan foto yang kita abadikan, hanya beberapa yang bagus. Itu pun masih biasa-biasa saja.
"Kalau gak coba sekarang, kita gak bakal tahu hasilnya." Kata saya, sok bijak, hehe.

malam di Paserang
UTS
Lulu

Bersambung......

2 komentar:

  1. ayo bantu dorong-dorong perahunya :) Aku belum pernah nyobain snorkling loh

    BalasHapus

Tinggalkan jejak ya teman-teman, supaya saya bisa berkunjung kembali....
Salam persahabatan Blogger Indonesia ^_^