Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi Sumbawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi Sumbawa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 April 2017

Cerita Setahun (tanpa) Perjalanan

Lokasi pelaksanaan Kelas Inspirasi Lombok Menjelajah Pulau, Gili Maringkik, Lombok Timur

Ketika saya menuliskan tulisan ini saya sedang berada di dalam mood untuk menulis lagi dan Frau berhasil membangkitkan mood itu. 
Saya baru berkunjung ke blog beberapa teman yang dulu sering sekali saya datangi. Membaca, mencari tahu kabar, dan melihat apa yang sedang mereka lakukan di rumah mereka. Satu tahun ternyata bukanlah waktu yang sebentar untuk saya menjeda. Ada banyak yang terjadi selama satu tahun saya tidak berkunjung ke rumah mereka. Ada teman yang telah menikah, punya anak, membaca blognya dengan segala keseruannya bersama keluarga barunya membuat saya senyum-senyum sendiri membayangkan bahwa saya nantinya juga akan tiba pada masa itu. Ada seorang teman yang baru saja menyelesaikan perjalanannya menjelajah ke Timur. Betapa bahagianya saya membaca setiap cerita yang dia tuliskan disana. Semua pengalaman-pengalamannya yang membuat saya membangkitkan kembali mimpi yang kemarin sudah saya kubur ke tempat yang entah. Ada teman yang sekarang sedang menyelesaikan wish list perjalanannnya dan mimpinya. Ahh terlalu banyak cerita tentang mereka yang saya lewatkan.

Rabu, 23 November 2016

Baper Manjyah Liburan di Pulau Mungil nan Romantis




Pulau Bedil Uyeeeeee, Look at Ocid, bertopi baju putih, eskpresinya selalu sayu sendu manjah gt kalau foto -_-
Rencana Liburan yang Super Rempong
Cuaca saja yang bisa diramalkan kapan hujan, kapan badai, kapan petir, bisa tidak terjadi sesuai dengan ramalannya, apalagi rencana, yang kita belum tahu pasti bisa tereksekusi apa tidak, yang bisa berubah-ubah sesuai kehendak hati dan keadaan. Ya sama dengan rencana liburan ini, yang sudah jauh-jauh hari direncanakan, menjelang H-1 masih belum jelas akan jadi atau tidak.
”Lagi mager, males kemana-mana weekend ini.” Kata saya di dalam grup watsapp Baper Manjyah. FYI, Baper Manjyah ini adalah grup panitia lokal Kelas Inspirasi Sumbawa, yang dikarenakan kebaperan dan ke-manjah-annya sudah masuk ke dalam kategori akut stadium akhir, grup itu pun berganti nama setelah melalui prosesi bakar-bakar Ayam Nyerengkang (Ayam Taliwang versi kita, yang setiap masak bumbunya selalu absurd tapi ngengenin). Grup itu butuh waktu lama untuk pencarian jati diri, mencari nama yang cocok untuk menggambarkan diri yang sesungguhnya, mulai dari nama yang normal hingga yang abnormal. Ketika dilahirkan namanya adalah “Panlok KI Sumbawa”, kemudian menjadi “Fasil KI Sumbawa”, mulai error sedikit menjadi “Panlok Baper Akut”, hal itu dikarenakan hampir semua panitia lokalnya adalah jomblo dan selalu baper, bapernya sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Kemudian  menggila lagi “Fasil Baper Manjah” dan kerena Arif yang ngomong manjahnya sedikit jibang (jijik banget) dengan bibir yang agak nyelekit ke atas sedikit, kita pun mengganti namanya menjadi “Fasil Baper Manjyah”. Nama itu tidak akan berganti lagi hingga semua anggotanya berhenti baper dan tidak jomblo, hhaaaaaaatchim.

Selasa, 08 November 2016

Ada Cinta di Kelas Inspirasi Sumbawa (Flash Back KIS 9 November 2015)


Briefing KI Sumbawa 8 November 2015 di Istana Dalam Loka

Pertemuan yang Tidak direncanakan
Seperti ada suara-suara yang memanggil saya, tetapi entah siapa. Saya mengabaikan suara panggilan itu dan tetap asyik melihat penampilan adik-adik Universitas Teknologi Sumbawa di Festival Moyo.
“Lulu, Lulu.” Suara itu kembali memanggil. Saya menengok ke belakang, terlihat sesosok dengan badan tinggi, mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘Sambava’ dengan jaket bludru berwarna cokelat muda menghampiri saya.
“Oii Lulu, Aida cuek dia sekarang yah.” Sosok itu menegur saya. Lamat-lamat saya perhatikan wajahnya.
“Bang Samsun!!!” Saya jejingkrakan heboh. “Ndak mungkin saya cuek dengan abang keren yang satu ini. Kapan datang dari Mataram, Bang?” Cengir kuda menghiasi wajah saya.
“Kamu ya, sibuk sekali sekarang, sampai-sampai dihubungi susah.” Bang Samsun mulai menyindir saya dengan kata “sibuk” itu.
“Maaf Bang, gimana-gimana, apa yang bisa saya bantu?” Cengiran kuda itu kembali saya perlihatkan. Jika di dalam emoticon pesan, maka cengiran kuda itu semacam senyum tanda bersalah yang amat sangat, maka senyum saya sekarang ini bisa dikatakan sebagai senyum penyesalan saya karena telah gagal menyelesaikan tugas.
“Banyak yang harus di diskusikan, ayo kita ngopi dulu.” Bang Samsun mengajak saya ke stand Kopi Tepal di Festival Moyo. Di stand itu disediakan segala jenis Kopi Tepal yang terkenal enak, harganya pun murah meriah dengan kualitas rasa yang tidak bisa diragukan lagi. Sambil menikmati segelas Kopi Tepal, pembicaraan-pembicaraan itu pun mengalir dengan sendirinya. Mulai dari diskusi tentang kepemudaan, project-project terkini yang harus segera diselesaikan bahkan cerita ngalur-ngidul kesana kemari.