![]() |
| Sate Kuda |
Berawal dari perjalanan pertama di Ramadhan kemarin ke Ai Mual, membuat saya ketagihan untuk kesana lagi. Setiap memposting foto Ai Mual di status watsapp maupun instagram, selalu mengundang komentar teman-teman. "Lu, ajak kesana". Jawaban saya pun selalu sama, "Ayok". Asli sarat getak, Lulu. Dalam Bahasa Sumbawa Sarat getak itu artinya tidak bisa ada yang ajak, langsung saja mengiyakan tanpa pikir panjang hahhaa. Karena perjalanan ke Ai Mual itu juga yang akhirnya mempertemukan saya dengan Sate Kuda khas Brang Rea ini. Cerita tentang kenikmatan Sate Kuda ini sudah sering saya dengar dari teman-teman asli Sumbawa Barat, tetapi saya belum pernah tertarik mencobanya sekali pun. Saya tidak terbiasa memakan daging kuda. Walaupun Sumbawa dari dulu terkenal dengan Susu Kuda Liarnya, tetapi jarang sekali kita menemukan masakan yang terbuat dari daging kuda. Kalau dari cerita Kakek saya, dulu setiap rumah di Sumbawa selalu ada kuda di halamannya. Selain dijadikan sebagai alat transportasi sehari-hari, kuda bagi orang Sumbawa juga seperti teman di dalam keluarga.



