Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2020

Menuntaskan Rindu dengan Bersepeda Keliling Sumbawa

Jembatan Samota yang menjadi salah satu ikon Sumbawa. Di sini menjadi tempat favorit masyarakat Sumbawa utk lari sore dan sepedaan

Selama Pandemi, ada satu hal yang tidak bisa dilakukan anak rantau, yaitu pulang ke rumah, padahal jarak antara rumah dan tempat saya mengajar sekarang hanya 2,5 jam perjalanan saja jika menggunakan motor. Kebijakan pemerintah kabupaten setempat yang melarang warganya untuk keluar masuk kabupaten membuat kami para anak rantau tidak bisa pulang. Hanya jurus sabar yang bisa dikeluarkan sebagai obat dari semuanya sambil merapal doa-doa panjang semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa pulang ke rumah dan menikmati kehangatan kebersamaan dengan keluarga kembali. 
Tidak selamanya badai berlangsung, tidak selamanya pula hujan deras mengguyur. Akan ada jeda yang bisa membuat kita bisa menarik nafas untuk bisa melalukan perjalanan lagi walau dengan mendung yang menggelayut. Sumbawa perlahan membaik. Pasien positif semakin menurun. Pemerintah pun mulai melonggarkan kebijakannya. Kami anak rantau bersorak bergembira menyambut itu semua. Libur sekolah tiga minggu tidak akan kami habiskan lagi di rantauan. Kami bisa pulang. Horeeeee.
Satu hari setelah pembagian laporan perkembangan anak, saya pulang ke rumah. Selama perjalanan, yang ada di dalam otak saya adalah bayangan wajah bahagia Ibu dan Bapak yang sedang menunggu di rumah. Beberapa bungkus palopo dan jagung rhee kesukaan Ibu Bapak tak lupa saya bawa. Begini ya ternyata rasanya bisa pulang ke rumah setelah sekian lama. Ada rasa bahagia yang sulit untuk diungkapkan. 

Rabu, 27 Mei 2015

Bakso H. Anang, Rasanya Susah Bikin Move On



Semasa zaman kuliah dulu, pusing skripsian atau galau gara-gara something, langsung deh badan nongol di warung bakso ini. Makan semangkok bakso dengan cabe ekstra, dijamin pusing gara-gara skripsi hilang. Yah walaupun pusingnya hilang sebentar, dan muncul lagi nanti ketika berkutat dengan lembar-lembar kertas itu, tapi setidaknya kenikmatan bakso itu membuat pusing hilang sebentar, hahaha (bagaimana ndak gemuk coba, setiap galau larinya ke warung bakso). Bakso ini sangat akrab dengan lidah orang Mataram. Sejak pertama kali tiba di Mataram dan menikmati kelezatan bakso ini, saya sudah tidak bisa move on dengan warung bakso yang lain. Hanya Bakso H. Anang yang bisa memikat lidah, dan membuat ingin menikmatinya lagi dan lagi. Selain karena rasa baksonya yang nikmat, warung bakso ini juga bersih. Jadi tidak khawatir untuk menemukan hal-hal yang tidak mengenakkan selama memakan bakso disini. Ada banyak varian bakso, mulai bakso urat, bakso telur, dll. Bisa dicoba sesuai dengan selera masing-masing. Dan yang paling penting bagi anak rantauan seperti saya adalah harganya yang bersahabat dengan kantong mahasiswa. Warung bakso yang fenomenal di Kota Mataram ini bisa dengan mudahnya ditemui, letaknya tepat di pusat kota Mataram, yaitu di Ruko setelah Museum NTB, atau di warung induknya yang ada di Ampenan. Tidak usah takut mau di warung cabang atau induk, rasanya sama kok.
bakso H. Anang

Beberapa bulan yang lalu, saya berkesempatan pergi ke Mataram, menjenguk adik-adik yang masih berkuliah disana. Pulang kampung, dan menetap di Sumbawa dalam waktu yang lama membuat rindu menikmati bakso ini berlipat-lipat. Serasa ada yang kurang jika ke Mataram tapi belum mampir ke warung bakso ini. Rugi total. Sama ruginya dengan ke pantai tetapi tidak bisa berenang cantik di pantainya. Makan bakso H. Anang juga semacam nostalgia zaman kuliah. Makan bakso bareng teman-teman kelas. Tempat yang dipilih wajib di pojokan, kata mereka biar kalau ribut, orang-orang tidak terlalu terganggu. Padahal sama saja, ribut ya pasti akan terdengar ke telinga pengunjung yang lain. Tempat ini benar-benar mengingatkan banyak hal. Ada banyak cerita yang pernah terkisah disini, cerita dengan sahabat, galau-galau skripsi, diskusi tentang wish list pun banyak terjadi disini. Wah jadi kangen, makan bakso H. Anang lagi.
menikmati semangkok bakso dan segelas es jeruk, ehmm yummi

Yuk buat teman-teman yang mau ke Mataram tapi belum tahu tempat asyik buat makan bakso atau hang out bareng teman, saya rekomendasikan untuk makan bakso di H. Anang. Dijamin deh gak bakal bisa move on dengan rasanya, sama dengan saya yang masih belum bisa move on dengan si dia #eh 

Lokasi Bakso H. Anang  
1. Bakso Cabang H. Anang, Ruko di perempatan setelah Museum NTB, Mataram
2. Ruko Griya Pesona Rinjani A9 Jalan Adi Sucipto, Ampenan, Mataram

Minggu, 15 Februari 2015

Pepes Kakulat, Solusi untuk Para Vegetarian


Kakulat atau jamur
Jamur Alam Sumbawa
Kakulat, orang Sumbawa menyebutnya begitu. Kakulat ini sejenis jamur alam yang sering muncul ketika musim penghujan seperti saat ini. Sebagian besar orang Sumbawa sangat menyukai jamur ini, selain rasanya enak, jamur ini juga tidak susah untuk ditemukan, di hutan-hutan dengan suhu yang lembab menjadi tempat terbaik bagi jamur ini untuk berkembang biak. Hasil searching di Google juga mengatakan bahwa Jamur (Kakulat) ini juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, diantaranya adalah melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi karena Jamur memiliki banyak protein, vitamin dan mineral, asam amino, antioksidan dan antibiotik alami.
Jamur adalah sayuran yang dikenal sebagai sumber kedua vitamin D setelah cod liver oil. Jamur juga kaya kalsium (baik untuk tulang), zat besi (menghindarkan anemia), kalium (sangat baik untuk menurunkan tekanan darah), tembaga (anti bakteri) dan selenium (sangat baik untuk kesehatan tulang, gigi, kuku, rambut dan sebagai anti oksidan). Sumber terbaik selenium biasanya dari  protein hewani. Jadi, jamur bisa menjadi pilihan terbaik bagi  vegetarian untuk memperoleh selenium. - See more at: http://www.tipscaramanfaat.com/kandungan-gizi-dan-manfaat-jamur-untuk-kesehatan-499.html#sthash.LWZqduNz.dpuf
Jamur adalah sayuran yang dikenal sebagai sumber kedua vitamin D setelah cod liver oil. Jamur juga kaya kalsium (baik untuk tulang), zat besi (menghindarkan anemia), kalium (sangat baik untuk menurunkan tekanan darah), tembaga (anti bakteri) dan selenium (sangat baik untuk kesehatan tulang, gigi, kuku, rambut dan sebagai anti oksidan). Sumber terbaik selenium biasanya dari  protein hewani. Jadi, jamur bisa menjadi pilihan terbaik bagi  vegetarian untuk memperoleh selenium. - See more at: http://www.tipscaramanfaat.com/kandungan-gizi-dan-manfaat-jamur-untuk-kesehatan-499.html#sthash.LWZqduNz.dpuf
melindungi tubuh dari beragam penyakit dan infeksi, karena jamur banyak mengandung protein, vitamin dan mineral, asam amino, antioksidan hingga  antibiotik alami. - See more at: http://www.tipscaramanfaat.com/kandungan-gizi-dan-manfaat-jamur-untuk-kesehatan-499.html#sthash.LWZqduNz.dpuf
Kakulat atau Jamur ini seperti nostalgia kembali lagi ke masa kanak-kanak, beberapa tahun yang lalu. Saya paling suka pergi ke kebun-kebun dekat rumah untuk berburu Kakulat ini, setelah hujan menjadi waktu yang tepat untuk kami berburu, apalagi jika hujan itu telah turun semalaman, kita bisa bergembira ria dengan jamur yang berlimpah.
Oh ya, info tambahan untuk teman-teman yang berdomisili di Sumbawa, Kakulat ini juga banyak dijajakan di pinggir jalan Hutan Jati Boak, setiap pagi ada banyak masyarakat yang berjualan Kakulat ini, harganya terjangkau, mulai dari Rp.10.000/ kantongnya (harga bisa berubah, tergantung kepintaran dalam tawar menawar ^_^). Jadi buat teman-teman yang ingin mengkonsumsi Kakulat ini tanpa mau repot-repot mencari bisa langsung kesana, tapi saran saya jangan datang melebihi pukul 10.00 Wita, karena Kakulat ini memiliki banyak penggemar setia (siapa cepat dia dapat, hehe).

Rabu, 19 November 2014

Pedasnya Bikin Ketagihan

Masih dalam rangkaian acara World Travel Writer Ghatering. Sepulang dari Tiu Kelep kita mampir di warung sate ikan tanjung. Walaupun namanya sate ikan tanjung, tapi kita makannya di Pemenang, Lombok Utara. Sate ini gampang kita temui disepanjang jalan di Lombok Utara.

Sate Ikan Khas Tanjung
Pedasnya langsung menendang lidah pada gigitan pertamanya. Rasa ikan yang khas dengan rempah-rempah asli Indonesia langsung melekat di lidah. Saya paling suka sate ini. Saya bukan penyuka pedas, tetapi memakan sate ini membuat saya lupa bahwa saya tidak suka pedas. Pedasnya membuat saya ketagihan, lagi, dan lagi.
Namanya Sate Ikan Tanjung. Sate ini adalah sate ikan kuliner asli Sasak yang berasal Tanjung, Lombok Utara. Sate ini terbuat dari ikan cakalang, cuma karena ikan itu agak mahal disini dan seringnya juga tidak musim, ikannya sering diganti dengan ikan yang rasanya sama, seperti ikan lamoan, ikan paso dan ikan marlin.
Membuat sate ini ternyata tidak segampang memakannya, ikannya mesti dipisahkan dulu dari durinya, kemudian dipotong kecil dan paling tidak butuh waktu semalam untuk ikan direndam bersama bumbu-bumbu. Kemudian ikan yang sudah direndam tadi barulah bisa diproses lebih lanjut dengan cara dililitkan di tusukan bambu, kemudian dibakar.
Jangan pernah sekali-kali mencoba makan sate ini deh, kalau tidak mau ketagihan. Rasa ikannya itu nendang sekali di lidah, ditambah lagi dengan pedasnya yang bikin maknyoos
Sate ikan khas Tanjung Lombok
sate ikan khas Tanjung Lombok

Jumat, 07 November 2014

Soto Sumbawa asal Madura

Soto Sumbawa asal Madura? Pertama kali mendengar memang rada aneh, kok bisa Soto Sumbawa tapi berasal dari Madura. Sebenarnya soto ini bernama Soto Madura, karena memang yang membuat adalah orang Madura asli, tetapi karena telah turun temurun menetap di Sumbawa sejak lama, maka atas usulan Sultan Sumbawa dan Pemkab Sumbawa yang kemudian mendapat respon yang baik dari orang Sumbawa yang berasal dari Madura, maka nama sotonya berubah menjadi Soto Sumbawa asal Madura. Unik bukan??? Jangan heran kalau ke Sumbawa, disini ada banyak etnis dari beragam suku di Indonesia, ada Kampung Jawa, yaitu kampung yang semua masyarakatnya berasal dari Jawa, ada Kampung Lombok, Kampung Arab, Kampung Bajo, Kampung Bali. Ini menandakan bahwa betapa ramahnya orang Sumbawa dalam menerima akulturasi budaya dari luar Sumbawa.
Soto dengan bahan dasar daging kambing ini berhasil menjadi primadona kuliner masyarakat Sumbawa. Makanya tidak susah untuk mencari soto ini, penjual soto yang paling banyak bisa kita dijumpai di kawasan pertokoan di pusat Kota Sumbawa Besar. Disana ada banyak gerobak-gerobak dorong yang menjual makanan Sumbawa. Makan soto ini paling enak pas malam hari, dengan segelas teh dingin dan sepiring nasi, wuihhhh maknyooos sekali :D
Ada banyak jenis soto di Sumbawa, ada Soto Ayam dengan menggunakan bihun dan telur, tapi saya lebih suka Soto Kambing, dengan taburan serundeng dan bawang goreng diatasnya... Kalau ke Sumbawa, recomended sekali untuk mencoba soto yang satu ini :D
Soto Sumbawa asal Madura
nasi putih hangat sebagai teman makan soto


Jumat, 20 Desember 2013

Ada Lombok di Atas Meja

Sudah pernah dengar masakan khas Lombok seperti ayam taliwang, pelecing kangkung, pelecing ayam, bebalung, dan lain-lain??? Kalau sudah mendengar dan mencicipi, tidak ada kata lain yang terucap selain pedas, dan pedasnya itu pasti ingin tambah lagi dan lagi. Yah ciri khas makanan Lombok memang pedas. Pedasnya yang didapat dari cabe itu benar-benar menggoda lidah untuk tetap mencobanya. Kalau sempat bermain-main ke Lombok, rugi rasanya jika tidak bisa menikmati kuliner-kuliner tersebut. 
***
Kamis kemarin usai bagi rapot anak-anak PAUD Merah Putih, Rizal dan kawan-kawan di LPA Kota Mataram mengajak tim untuk makan siang. Kata mereka tempat makan ini paling oke makanannya, dijamin kalau sudah pergi makan kesana pasti bakal ketagihan dan pengen balik lagi. Penasaran seperti apa tempat makan itu, kita langsung tancap gas ke alamat yang di tuju yaitu Rumah Makan Khas Lombok Tanjung Karang. Pemilik rumah makan ini adalah Kak Okki, beliau ini keren, walaupun laki-laki tapi pintar masak, master chef dah. Sampai lokasi kita langsung disajikan menu makanan, ada banyak menu pilihan dan semuanya adalah makanan khas Lombok, ada pelecing ayam, pelecing kangkung, bebalung, ikan rajang bumbu kuning, ayam bakar taliwang. Pas lihat menu, jujur saya pengen pesan semuanya, semua menunya saya suka. Tapi jaga imej sama teman-teman, saya tahu badan saya gemuk dan saya tidak ingin terlalu menunjukkan kegemukan saya lagi dengan banyak makan. Alhasil saya memesan bebalung, bebalung itu kalau Indonesianya terkenal dengan kata sup tulang, tetapi kalau di Lombok bebalung itu bumbunya beda, banyak dan ribet (bagi saya sih,hehee). Teman-teman memesan menu yang berbeda, asyiklah jadi kita bisa sharing menu ketika makan nanti. 
Rumah makan ini suasananya asyik, berugak lesehan, ada free wifi, ada mushalla, ada ATM, halaman parkirnya yang luas, ada kolam ikannya juga di samping. Jadi sembari menunggu makanan datang kita bisa internetan dan main-main dengan ikan.
main-main dengan ikan dulu sembari nunggu masakan jadi :D

Senin, 11 November 2013

Belajar Buat Donat Kentang ^.^

Hai apa kabar kamu di sana???
Semoga baik-baik saja ya. Oh ya saya lagi belajar membuat kue sekarang, saya tidak ingin nantinya kau lebih menyukai kue-kue dari resto daripada kue di rumah. Ini semua efek dari seorang teman, dia sudah menikah dan sekarang juga lagi giat-giatnya belajar memasak. Kemarin dia bercerita sudah membuat donat kentang, saya tanya-tanya bagaimana cara membuatnya, dari apa yang disampaikan ternyata membuat donat itu gampang. Saya penasaran. Penasaran tingkat tinggi. Sangat. Akibatnya, tadi sepulang mengajar, tanpa banyak prolog a.k.a ngalur-ngidul kesana kemari saya langsung ke warung untuk membeli semua bahan-bahan untuk membuat donat kentang. Kau tahu, ini rasanya seorang perempuan yang sedang mempersiapkan kue untuk someone spesialnya *uhuk. Ada rasa takut gagal, was-was, antara berhasil dan tidak. Ini pertama kalinya saya membuat donat. Ibu dulu suka buat donat, tapi tidak pernah sekalipun saya membantu Ibu membuat, alhasil saya buta segala hal tentang donat. Berbekal info dari om Google, ngobrak-ngabrik google, mencari tahu segala hal tentang donat, mulai dari resepnya, hingga tips agar donat yang kita buat empuk dan mengembang. Dari referensi yang saya baca di google, saya mulai menciut, kok ribet begini ya?? Kata teman buatnya gampang, apa mungkin karena dia sudah ahli kali ya, pikir saya. Saya sudah membeli banyak bahan, tak mungkin bahan-bahan itu dibiarkan mengendap bagitu saja di dapur. Ya sudah, berbekal nekat dan Bismillah, saya coba membuat donat kentang yang judulnya AYTASTM (Apapun Yang Terjadi Asalkan Saya Tetap Mencoba). Terserah mau gagal atau tidak, yang penting coba dulu, never try never know, kan.
Untuk resep donatnya saya comot di sini. Saya mempersiapkan segala bahan-bahan dan alat yang diperlukan. Berhubung saya anak kostan, saya memakai alat-alat seadanya saja yang ada di kost,hehehe.
Bahan-bahannya ini..

Rabu, 18 September 2013

Pelantikan Gubernur NTB dan 1000 Kuliner Indonesia

Tanggal 17 September 2013 kemarin menjadi momen yang berharga bagi rakyat NTB. Gubernur yang terpilih melalui Pilkada tanggal 13 Mei 2013 yang lalu resmi dilantik. Gubernur terpilih adalah incumben yang kemarin juga menjabat sebagai Gubernur NTB yaitu Tuan Guru H. Zainul Majdi atau yang biasa kita panggil dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB). Tuan Guru dalam suku Sasak adalah orang yang sangat dihormati, alim ulama, sama seperti kyiai kalau di Pulau Jawa. Sedangkan Bajang artinya muda. Gubernur NTB sekarang ini memang masih muda, umurnya sekitar 30-an tahun dan juga berwajah ganteng,hehehe. Ini adalah kali kedua beliau terpilih sebagai Gubernur NTB. Semoga dengan kembali terpilihnya TGB bisa menjadikan NTB lebih baik dan maju, sesuai dengan jargonnya yaitu "Beriman dan Berdaya Saing".
Usai pelantikan kemarin, Pak TGB mengadakan tasyakuran dengan judul "1000 Kuliner Indonesia", semua masyarakat boleh memakannya secara gratis. Mendengar kata kuliner itu, saya langsung antusias untuk datang ke acara tersebut. Saya ingin tahu seperti apa makanan dari berbagai macam penjuru nusantara itu. Berdua dengan Kak Ade, kita langsung tancap gas ke Taman Sangkareang, tempat diadakannya tasyakuran tersebut. Sebenarnya saya lebih setuju jika judul acara tasyakurannya adalah 1000 Kuliner NTB, jadi sekalian promosi tentang masakan-masakan khas NTB. Apalagi sekarang jargon untuk pariwisatanya adalah Visit Lombok Sumbawa.
Taman Sangkareang
Gambar di atas adalah gambar air mancur di Taman Sangkareang. Acara tasyakurannya di adakan di lapangan umumnya yang terletak di belakang air mancur ini. Oh ya, kalau malam pemandangan di taman ini cantik lho. Air mancurnya berwarna warni, dan lampu-lampu taman yang temaram semakin membuat indah taman ini. Anak-anak muda Mataram suka nongkrong di taman ini.

Selasa, 20 Agustus 2013

Nyoba Ayam Rarang

Lombok memang terkenal dengan makanannya yang luar biasa pedasnya. Sesuai dengan namanya "Lombok" artinya cabe. Bukan Lombok namanya jika makanan yang dibuat tidak pedas. Seperti sayur tanpa garam, begitulah makanan tanpa cabe di Lombok. Saya memang penyuka pedas dan makanan kecut, tetapi saya masih belum bisa menaklukkan pedas makanan Lombok. Makanan yang paling terkenal di Lombok itu pelecing kangkung, terus sate bulayak, ayam taliwang. Semuanya pedas. Tipikal makanan di Lombok samalah dengan di Jawa, di sini pedas di sana manis-manis. 
Kalau kata temen-temen dari Sumbawa, gak ke Lotim namanya kalau gak coba ayam rarang. Ayam rarang itu makanan khas rarang, ayam dibumbu pelecing yang amat sangat pedas. Biasanya kita kalau naik travel ke Sumbawa, Pak Supirnya suka berenti di warung rarang ini untuk beli makan. Semua penumpang turun buat makan. Gak ridho rasanya lewat Rarang gak coba ayam rarang, kata temen. Saya si lihat merah cabenya sudah takut. Kemarin pas pulang dari Sumbawa, saya sama Bapak sempat mampir ke Warung Ayam Rarang ini. Letaknya di dekat pom bensin Rarang, Lombok Timur, pas depan klinik dokter, lupa namanya apa,hehee. Bapak penasaran dengan rasa Ayam ini, makanya kita mampir.
Porsi Lengkap

Kamis, 18 Juli 2013

Serabi Santan

Hingga kelas 3 SD, saya masih tinggal dengan orang tua di Lombok. Bapak masih punya jatah kerja disini. Namanya juga PNS, harus siap sedia ditempatkan dimana saja. Diantara semua adik saya mungkin hanya sayalah yang paling sering berpindah-pindah tempat tinggal. Mulai dari masih dalam kandungan, Ibu sama Bapak tinggal di atas gunung di Lombok dimana tidak ada listrik dan akses kesana pun susah, jalan kaki daki gunung. Bapak mesti rela untuk tugas disana. Hanya beberapa bulan, Ibu Bapak kemudian dipindah tugaskan ke Kayangan Labuhan Lombok. Bapak tinggal di rumah dinas sekolah. Hanya dua tahun kemudian pindah ke kampung turingan Labuhan Lombok. Hanya dua tahun juga kemudian pindah lagi ke Kampung Barang Tapen, masih tetanggaan juga. Setelah itu barulah kita menetap lama di Sumbawa. Ternyata kebiasaan berpindah-pindah itu jatuh ke anak perempuan satu-satunya ini. Saya ketika besar jadi suka keliling-keliling, travelling, jalan-jalan, atau apalah namanya yang penting tidak diam di rumah. Bosan.
Dulu waktu zaman saya masih kecil ketika tinggal di Lombok, saya paling suka sarapan pakai serabi ini. Namanya serabi santan. Dinamakan seperti itu karena memang dibuatnya pake santan kelapa dan tepung beras. Rasanya gurih sekali. Paling enak dimakan ketika baru matang, pas diangkat dari tungkunya terus santannya itu disendok pakai daun pisang. Hmm dijamin maknyusss deh,hehee. Tetapi sekarang agak susah untuk mencari serabi ini. Panganan langka lombok kalau bisa saya bilang. Karena serabi jenis ini hanya ada di Lombok Timur saja. Kemarin ketika pulang ke sumbawa sempat mampir di Kayangan Lombok Timur tempat biasa membeli serabi ini tetapi tidak buka. Patah hati juga saya. Ibu bilang akan buatkan yang sama di Sumbawa, yah soal rasa pasti beda dengan yang asli -_-
Sekembalinya dari Sumbawa barulah saya dapat serabi ini. Rasanya masih sama seperti yang dulu. Gurih dan khas bau bakarnya yang dari tungku tanah itu benar-benar beda.
Inaq Icah, tempat biasa beli serabi, jualannya sudah lama, berpuluh tahun.. wahhh