Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi Lombok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi Lombok. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 April 2017

Cerita Setahun (tanpa) Perjalanan

Lokasi pelaksanaan Kelas Inspirasi Lombok Menjelajah Pulau, Gili Maringkik, Lombok Timur

Ketika saya menuliskan tulisan ini saya sedang berada di dalam mood untuk menulis lagi dan Frau berhasil membangkitkan mood itu. 
Saya baru berkunjung ke blog beberapa teman yang dulu sering sekali saya datangi. Membaca, mencari tahu kabar, dan melihat apa yang sedang mereka lakukan di rumah mereka. Satu tahun ternyata bukanlah waktu yang sebentar untuk saya menjeda. Ada banyak yang terjadi selama satu tahun saya tidak berkunjung ke rumah mereka. Ada teman yang telah menikah, punya anak, membaca blognya dengan segala keseruannya bersama keluarga barunya membuat saya senyum-senyum sendiri membayangkan bahwa saya nantinya juga akan tiba pada masa itu. Ada seorang teman yang baru saja menyelesaikan perjalanannya menjelajah ke Timur. Betapa bahagianya saya membaca setiap cerita yang dia tuliskan disana. Semua pengalaman-pengalamannya yang membuat saya membangkitkan kembali mimpi yang kemarin sudah saya kubur ke tempat yang entah. Ada teman yang sekarang sedang menyelesaikan wish list perjalanannnya dan mimpinya. Ahh terlalu banyak cerita tentang mereka yang saya lewatkan.

Rabu, 04 Maret 2015

Menggila di Jerman

"Jadi mau ke Jerman?? Kalau iya, segera berangkat biar ndak kena hujan dijalan." Pesan Bang Fathul kepada kita siang itu. Setelah Hari Inspirasi pagi ini, kita semua berencana refreshing sejenak ke Jerman. Sebuah tempat mempesona di bawah kaki Gunung Rinjani. 
Jerman di Lombok, serius Lu?? Hehehe, Jerman itu singkatan dari Jeruk Manis, agar tidak kepanjangan dalam menyebut, orang-orang sekitar menyingkatnya dengan sebutan Jerman, alias Jeruk Manis. Jeruk Manis, terasa ambigu lagi ya, Jeruk Manis a.k.a Jerman itu apa sih?? Jeruk Manis ini bukan semacam keluarga jeruk atau buah-buahan asli Lombok lho, bukan. Jeruk Manis ini adalah nama air terjun yang berada di Taman Nasional Gunung Rinjani. Letaknya tidak begitu jauh, dari Desa Tete Batu tempat kita mengadakan Kelas Inspirasi, sekitar 15 menit menggunakan motor. 
Pemandangan khas pedesaan seketika menyambut kita. Sawah berundak-undak, Gunung Rinjani terpajang cantik dihadapan, menjadi landscape alami desa ini yang membuat diri tak henti-hentinya berdecak kagum. Sepanjang jalannya pun kita dimanjakan dengan hijaunya pepohonan yang berjejer rapi.
jalan menuju jerman
Taman Nasional Gunung Rinjani

Senin, 02 Maret 2015

Satu Hari untuk Menginspirasi Selamanya

"Relawan tak dibayar bukan karena tak bernilai, tapi karena tak ternilai" Anis Baswedan

Bisa baca cerita sebelumnya..

Deg-degan rasanya menunggu Hari Inspirasi itu tiba. Ini bukan kali pertama saya berdiri di depan kelas, tetapi ini rasanya lebih menakutkan dibanding dengan persentasi di depan bos di kantor. Rada horor sedikit (eh banyak, ding). Sebelum ke Lombok, saya sudah mempersiapkan segala hal yang saya butuhkan untuk mengisi Hari Inspirasi nanti, mulai dari spidol berwarna-warni, serta strategi yang saya lakukan nanti di kelas. Huh, ini rasanya amazing (baca: emejing).
"Kita bisa terapkan yel-yel ketika mengisi training di FKPS, Lu." Kata Kak Oby.
"Oke boleh juga kak."
Hingga pukul 01.00 malam kita masih bergelut dengan luapan ide-ide yang akan kita berikan besok kepada anak-anak. Untungnya ada Mas Dedy dan kawan-kawan, kameramen dan kreatif dari Lombok Post TV yang setia menemani kita diskusi tentang dunia jurnalis, videografi, hingga tentang pariwisata Lombok yang sedang naik daunnya, setidaknya diskusi-diskusi yang kita lakukan malam itu bisa menjadi penghibur hati yang tiba-tiba deg-degan menunggu esok tiba.
Hari Inspirasi Pun Tiba
"Lulu kamu dapat bagian mengisi di Desa paling atas Tete Batu." Ucap Bang Fathul ketika briefing pagi itu.
"Oke bang, siap." 
Setelah briefing singkat serta doa bersama, kita pun langsung menuju ke lokasi masing-masing. Saya dan beberapa teman dari Lombok Backpacker dapat jatah mengisi di SDN 4 Tete Batu. Lokasi sekolahnya lumayan jauh, dan jalannya pun antimainstream, gradak-gruduk. 
suasana SDN 4 Tete Batu
senyum itu lho :D
Tiba di sekolah kita langsung disambut dengan senyuman anak-anak yang begitu tulus. Senyum inilah yang kadang membuat rindu kembali ke sekolah itu begitu menggebu-gebu. Bermain, bercanda, tertawa bersama mereka, menjadi pelepas beban yang alami.
Setiap kelas diisi oleh dua orang, saya mendapat jatah untuk mengisi di kelas satu bersama Mbak Dede. Bisa dibayangkan apa jadinya 10 menit pertama di dalam kelas. Kacau balau. Anak-anak lari kesana kemari, kepala saya seakan mau pecah. Ide-ide yang tadinya berkeliaran bebas di kepala seakan menghilang entah kemana. Tapi untungnya Mbak Dede bisa mengatasi 'kekacauan' kelas dengan mengajak mereka bermain dan bernyanyi. Setelah kelas lumayan kondusif saya baru turun lagi, hehehe. Ini nih akibatnya setelah lama tidak turun ke sekolah, jadi kesabaran yang sudah dipupuk lama jadi mendadak hilang, huft.

Senin, 23 Februari 2015

Cerita Perjalanan ke Lombok (lagi)



diatas kapal menuju Lombok

Kelas Inspirasi Lombok

Lombok, satu kata yang tak akan bisa lepas dari diri saya. Terlahir dan menghabiskan sebagian besar waktu saya disana cukup membuat Lombok membekas dan kuat dalam ingatan saya.
“Tanggal 21 Februari kita ada kelas inspirasi di Lombok. Jadi relawan yuk.” Bunyi pesan Bang Fathul beberapa minggu yang lalu.
“Oh ya bang? Tapi kan saya kerja.”
“Izin aja, kan cuma sehari itu.”
Saya sempat mendengar tentang Kelas Inspirasi ini dari beberapa teman yang pernah menjadi relawan, dan saya sangat tertarik sejak pertama kali tahu bahwa Kelas Inspirasi akan diadakan di Lombok lagi. Kelas Inspirasi ini adalah program turunan dari Indonesia Mengajar, yang ditujukan kepada para professional yang ingin berbagi ilmu kepada adik-adik sekolah tentang pekerjaannya dan segala hal yang berhubungan dengan pekerjaannya, dengan tujuan mereka bisa memiliki semangat yang sama untuk bisa mengejar cita-cita mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita. Asyik nih, hitung-hitung bisa berbagi ilmu dan mengobati rindu akan Lombok.