Pelukis Cahaya// Traveling// Photography// Sedikit cara untuk banyak bersyukur kepada-Nya ^_^
Sabtu, 22 April 2023
Jodoh Pertemuan
Jumat, 30 Desember 2022
Alon-alon Asal Kelakon
![]() |
| Lulu di anakpapabandy workspace. Semua rajutan itu adalah hasil karya saya. |
Bapak saya orang Jawa asli, tetapi saya tidak mengerti Bahasa Jawa. Hanya satu kalimat dalam Bahasa Jawa yang saya paham artinya, yaitu "alon-alon asal kelakon", biar lambat yang penting selamat. Kalimat itu sering sekali diucapkan Mbah waktu saya kecil dulu. Saya suka grasak-grusuk, apa-apa maunya cepat, kalau sudah "iya", maka itu akan menjadi keharusan yang mesti terlaksana, tidak peduli apa.
"Alon-alon asal kelakon" Kata si Mbah tiap kali saya mulai lari mengejar adik-adik saya yang sudah lari jauh mendahului saya. Dari kecil saya memang paling tidak suka lari. Bagi saya lari itu adalah kegiatan yang paling melelahkan. Kenapa harus lari, ketika berjalan pelan lebih terasa menyenangkan. Tetapi begitulah saya, kadang ada rasa sebal di dalam hati ketika saya menjadi yang terakhir. Saya mulai lari mengejar adik-adik saya lagi.
Jumat, 24 Juni 2022
Perayaan Sebuah Cerita
![]() |
| Pantai Poto Batu, Sumbawa Barat |
Kamis, 09 Juli 2020
Menuntaskan Rindu dengan Bersepeda Keliling Sumbawa
![]() |
| Jembatan Samota yang menjadi salah satu ikon Sumbawa. Di sini menjadi tempat favorit masyarakat Sumbawa utk lari sore dan sepedaan |
Selama Pandemi, ada satu hal yang tidak bisa dilakukan anak rantau, yaitu pulang ke rumah, padahal jarak antara rumah dan tempat saya mengajar sekarang hanya 2,5 jam perjalanan saja jika menggunakan motor. Kebijakan pemerintah kabupaten setempat yang melarang warganya untuk keluar masuk kabupaten membuat kami para anak rantau tidak bisa pulang. Hanya jurus sabar yang bisa dikeluarkan sebagai obat dari semuanya sambil merapal doa-doa panjang semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa pulang ke rumah dan menikmati kehangatan kebersamaan dengan keluarga kembali.
Selasa, 23 Juni 2020
Mencintai Saya
![]() |
| Create Your Own Happiness. Ini momen ketika membuat mural keroyokan di tembok Stadion Pragas Sumbawa di event Sumbawa Street Art |
Kalian tahu tidak, bahwa lebih mudah mencintai orang lain dengan segala kekurangannya, daripada mencintai diri sendiri dengan segala kelebihannya. Tidak peduli seberapa hebat, kita selalu punya cara untuk membuat diri sendiri tidak percaya diri. Mungkin melalui kulit hitam yang kita miliki, yang katanya tidak lebih baik dari kulit putih milik mereka. Melalui hidung pesek dan pipi temben yang menghiasi wajah, yang katanya tidak lebih cantik dari mereka yang berpipi tirus dan berhidung mancung. Melalui badan gemuk dengan gelambir di mana-mana, yang katanya sangat tidak enak dilihat, dibandingkan dengan tubuh mereka yang ramping. Atau melalui omongan-omongan orang lain yang mengatakan kamu ini, kamu itu, dan harusnya kamu begini, kamu begitu, supaya bisa begini, dan begitu.
Sabtu, 20 Juni 2020
Membuktikan Kekerenan Pantai Balad
![]() |
| Anak-anak yang asyik bermain di pinggir Pantai Balad |
"Gak ke Balad, gak keren", kata-kata itu yang selalu diucapkan Pak Fud Syaifuddin, Wakil Bupati Sumbawa Barat setiap memposting apapun tentang Pantai Balad di sosial medianya. Saya jadi penasaran, sekeren apa sih Pantai Balad saat ini sampai kata-kata itu selalu digaungkan? Pertama kali saya ke Pantai Balad tahun 2017 yang lalu bersama teman-teman dari Sumbawa. Saat itu Pantai Balad hanya ada beberapa warung makan yang belum begitu tertata, rumah-rumah warga sekitar, dan berugak yang juga tidak begitu banyak. Sampah di mana-mana, belum lagi anjing yang berkeliaran kesana-kemari yang membuat saya tidak nyaman berlama-lama di sana. Kesan pertama saya ke Pantai Balad jadi kurang begitu baik.
Senin, 15 Juni 2020
Tumis Pakis, Cerita tentang Dapur, dan Pernikahan di Desa Tangkampulit
![]() |
| Ini kita yang lagi ngumpul di dapur, sambil masak dan menghangatkan diri. |
Tiba di Desa Tangkampulit pukul 17.15 Wita. Baju kami sudah tidak jelas warnanya seperti apa, sudah berhasil terkena basah air hujan, dan lumpur di jalan. Bau kopi hitam khas desa ini menyambut kedatangan kami. Lelah yang kami rasakan selama perjalanan perlahan mulai menghilang. Ditambah lagi dengan senyum warga yang menyambut kami. Aduh, manisnya. Kopi tanpa gula pun rasanya tak apa bagi saya, jika sambutannya sehangat dan semanis ini.
Minggu, 14 Juni 2020
Perjalanan ke Desa di Atas Sumbawa
![]() |
| Tampang sebelum perjalanan kt yang aduhai. Masih oke semua ni tampilannya.. Wwkwk |
Ada rindu yang tiba-tiba menyeruak ketika membuka HP dan melihat beberapa foto-foto perjalanan ke Desa Tepal dan Desa Tangkampulit beberapa bulan yang lalu. Apa kabar ya para guru di Madrasah dan anak-anak di sana. Saya penasaran dengan kehidupan di sana selama masa pandemi ini. Sepertinya dengan atau tanpa pandemi ini, kehidupan di sana berjalan seperti biasanya. Mereka tetap stay at home tidak keluar desa, ke ladang di pagi hari, lalu pulang sore harinya. Semua kebutuhan untuk makan sehari-hari didapatkan dari hasil berkebun. Ke Sumbawa hanya sekali dalam beberapa bulan untuk membeli kebutuhan pokok. Mereka juga tidak perlu pusing dengan segala pemberitaan terkait pandemi ini. Alangkah indahnya.
![]() |
| Kak Ilham santuy banget di atas hartop, padahal jalannya lumayan itu bikin jantung copot :) |
Sabtu, 13 Juni 2020
Main di Bendungan Kalimantong
![]() |
| Bersama guru2 TK Gugus 1 Brang Ene |










