Tampilkan postingan dengan label Ai Beling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ai Beling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2015

Ai Beling, Air Terjun Paling Narsis di Sumbawa

Nyawa belum sepenuhnya kembali ketika telepon itu berdering, nama "Subhan" tertera di layarnya.
"Ada apa, Han???"
"Diajak sama Bang Farhan dan teman-teman Adventurous Sumbawa ke Ai Beling pagi ini. Bisa ikut Kak Lulu???" Suara Subhan diseberang sana sontak mengembalikan nyawaku seutuhnya, selimut yang masih setia memelukku langsung terlempar cantik disisi ranjang, tanpa babibu aku langsung beberes. 
"Bisa Han, saya siap-siap dulu."
Mimpi apa saya tadi malam sehingga dapat ajakan jalan-jalan yang sungguh sayang untuk ditolak begitu saja.  Ah Adventurous Sumbawa selalu jadi travelmate kece saya beberapa bulan terakhir ini, love it, deh.
Ai Beling. Siapa sih warga Sumbawa yang tidak mengenal air terjun itu. Pamornya hampir mendekati Mata Jitu Pulau Moyo. Ai dalam bahasa sumbawa artinya air, dan beling artinya bicara, Ai Beling jika diartikan seluruhnya bisa disebut sebagai air yang berbicara. Air yang jatuh dari sela-sela batuannya membuat air ini seolah-olah berbicara. Batu-batuan besar yang tersusun rapi membuatnya tampak indah alami. Bentuknya yang bertingkat-tingkat menjadi daya tarik tersendiri air tejun itu. Tapi tidak semua warga Sumbawa yang pernah ke air terjun itu, letaknya yang lumayan jauh, dan jalannya juga sangat anti mainstream a.k.a kurang bagus membuat orang berpikir dua kali untuk menuju kesana.
Perjalanan Menuju Ai Beling
Jam 08.00 Wita saya sudah selesai beberes dan menyiapkan segala perlengkapan untuk menuju ke Ai Beling, kotak makan dan sebotol air dengan ukuran yang lumayan besar tidak lupa saya bawa. Dalam setiap perjalanan saya tidak membiasakan diri untuk membeli air mineral, saya lebih suka membawa air dari rumah, dengan isi ulang di botol khusus yang selalu saya bawa setiap melakukan perjalanan (mencoba go green dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan plastik, bumi sudah semakin tua, kawan). 
Mendung pagi ini tidak menjadi halangan bagi kami untuk bisa menikmati keindahan air terjun Sumbawa yang sudah tersohor namanya itu. Ai Beling terletak di Dusun Kuang Amo, Desa Sempe, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Memakan waktu sekitar 1 jam untuk menuju ke desa tersebut, dan 30 menit memasuki hutan dengan jalan yang anti mainstream itu, jalannya sangat menantang, dan untuk yang tidak terbiasa dengan jalan seperti itu disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengendarai motor. Jangan heran, kawan, inilah kekurangan pariwisata Sumbawa, sangat banyak tempat eksotis di Sumbawa yang memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai penambah PAD (Pandapatan Asli Daerah), tetapi ya itu aksesnya masih jauh dari kata layak. Bagi sebagian orang menganggap bahwa jalan yang jelek adalah halangan besar, tapi bagi para petualang jalan yang jelek adalah tantangan tersendiri, dan wujud syukur yang nyata, agar lebih menjaga jalan-jalan bagus yang telah dibuatkan pemerintah. Disanalah letak keunikan wisata Sumbawa, tantangannya sangat menantang adrenaline, dan saya suka itu (menantang beudtz gaes ^_^).
Disepanjang perjalanan yang terlihat adalah barisan bukit yang menghijau indah menyejukkan mata, pohon-pohon yang menjulang kokoh membuat sejuk sepanjang perjalanan kami, pemandangan yang indah itu sedikit mengurangi ketakukan kami akan jalan gradak-gruduk yang kami lalui. 
jalannya kayak gini, kalau motor ga bisa nanjak, kita mesti turun untuk mengurangi beban, hehe