| jalan yang berbatu, membuat kita ekstra hari2 |
Berkali-kali
saya harus turun dari motor yang saya tumpangi untuk melewati jalanan yang
penuh perjuangan ini. Jalan antimainstream yang tidak biasa membuat motor harus
didorong. Tanjakan dengan batuan lepas
yang sangat menakutkan selalu menghadang di perjalanan kami menuju tempat
bersejarah itu.
“Orang
yang berhasil ke Sarkofagus dengan selamat sepertinya harus diberikan
penghargaan khusus.” Celoteh Bang Fathul, saking ekstrimnya jalan menuju lokasi
itu.
“Kalau
kita berhasil ke Sarkofagus berarti Tepal di depan mata dong ya.” Saya
menambahkan.
Saya
mengira jalan menuju Ai Beling adalah yang paling ekstrim yang ada di Sumbawa,
ternyata kenyataan itu terbantahkan ketika saya kesini. Peluh membanjiri wajah,
bahkan penampilan pun sudah tidak jelas seperti apa bentuknya. Jilbab mencong
sana mencong sini. Subhan harus berjuang keras mendorong motor dengan dibantu
Candra dibelakangnya. Badan Subhan yang lumayan ‘subur’ membuatnya berjuang
dengan semangat dan tenaga ekstra. Si Bapak penjaga sarkofagus yang kita temui
di jalan tadi juga ikut membantu, membersihkan batu-batu besar yang menghalangi
perjalanan kami.
Sarkofagus atau kuburan batu ini terletak di Situs Ai Renung, di Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Sekitar 30 km dari pusat Kota Sumbawa.
| Subhan dibantu candra dengan sekuat tenaga mendorong motor dijalanan yang menanjak |
| ayo bang Fathul semangaaaaat!!! :D |