Rabu, 16 Juli 2014

Terlalu Kejamkah????


Terlalu kejamkah, jika aku berharap setiap pagi aku bisa memperbaiki dasinya, memasangkan sepatunya, mencium tangannya sebelum dia berangkat kerja,
Terlalu kejamkah jika aku meminta pagi yang indah dengan secangkir kopi panas, roti khas buatanku terhidang di meja dan menunggunya menyantapnya.
Terlalu kejamkah jika aku ingin menunggu waktu dia datang sembari membaca buku-buku psikologi, atau merajut beberapa potong baju bayi yang lucu, atau memasak kue kesukaannya.
Terlalu kejamkah jika siang hari, aku ingin mengantarkannya makan siang dalam sekotak rantang, aku hanya takut dia lebih suka makanan kantin yang penuh dengan penyedap daripada masakan buatanku, aku hanya takut jika dia lebih rindu makan diluar daripada menunggu nasi rantang yang aku bawakan.
Terlalu kejamkah jika aku ingin memiliki perasaan harap-harap cemas menunggu seseorang datang mengetuk pintu dan mengucapkan “Assalamu’alaikum”, dan aku dengan setengah berlari menemuinya, dan mencium tangannya.
Terlalu kejamkah jika aku ingin kita berbagi mimpi bersama, tentang cita-cita kita, tentang keinginan kita. Aku hanya ingin sore yang tenang dengan helaan nafas angin pada pucuk-pucuk daun muda menghela wajah kita. Aku hanya ingin kita duduk manis dengan secangkir kopi, kita bercerita banyak hal, lalu tertawa bersama.
Terlalu kejamkah jika aku meminta setiap magribku ada seseorang yang mengimani sholatku, mengaji bersama, mentadabburi Al-Qur’an bersama. Terlau kejamkah jika disepertiga malam terakhir aku ingin ada yang membangunkan aku sholat, lalu tahajud berjamaah, menangis dikeheningan malam, memusahabah diri yang sering lalai.
Terlalu kejamkah jika aku ingin sepotong hari dimana kita mendorong trolly bayi dan beberapa pasang mata menatap kita iri, menyaksikan betapa harmonisnya kita.
Terlalu kejamkah jika aku meminta ini??? Jika memang ini terlalu kejam, maka aku rela jadi manusia paling kejam, walau aku tahu juga Kau tidak akan pernah kejam kepada hamba-Mu, hanya hamba-Mu yang lemah ini saja terlalu kejam meminta dan tidak sabar menunggu kapan datangnya waktu itu.

NB:
*Tiba-tiba perasaan melow drama memuncak. Entahlah, hanya ingin menulis ini, itu saja...
Sumber Google

4 komentar:

  1. Indah sekali "kejamnya" itu mb.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengejam-ngejamkan diri mbak, qiqiqiqi :D

      Hapus
  2. I'm looking for some good site and i found this! Wow, honestly i never thought that you would write something so 'mellow dramatic' like this...is that you Lulu??? LOL :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yeah,,, this is me sometime...
      i dont know that feeling come again and again....
      huhuhuhu

      Hapus

Tinggalkan jejak ya teman-teman, supaya saya bisa berkunjung kembali....
Salam persahabatan Blogger Indonesia ^_^