Sabtu, 12 Juli 2014

Tentang "Kebetulan" Itu

Momen di PPA PKH Sumbawa
Saya sekarang bekerja sebagai Pendamping Anak untuk program Pengurangan Pekerja Anak Disnakertrans Sumbawa, ada 10 anak dampingan yang menjadi pekerja anak dan sekolahnya terabaikan akibat pekerjaannya. 10 anak itulah sekarang yang saya dampingi untuk dikembalikan kembali ke dunia pendidikan. Hanya iseng-iseng, itulah yang ada dalam pikiran saya kemarin ketika ikut test sebagai Pendamping Anak di Disnakertrans Sumbawa. Iseng mencoba kemampuan wawancara, iseng menguji kemampuan akademik saya. Ternyata iseng itu berbuah hasil dengan diterimanya saya disana, iseng itu ternyata membuat saya harus meninggalkan sekolah saya di Lombok, iseng itu ternyata membawa saya kembali ke kampung saya, Sumbawa. "Iseng" itu ternyata adalah takdir yang Allah gariskan kepada saya. Sebelum saya paham bahwa inilah takdir itu, saya menganggap bahwa ini hanya kebetulan belaka, sesuatu yang terjadi tiba-tiba tanpa kerja tangan Allah disana.
Ketika kita berkata "oh ini hanya kebetulan, ini kan sesuatu yang tiba-tiba tanpa rencana." Kita hanya bisa berencana, tetapi Allah-lah yang akan mengeksekusi mana rencana yang baik untuk kita. Ketika rencana itu tidak berjalan seperti apa yang kita inginkan kita mengatakan itu kebetulan, padahal itulah rencana terbaik yang Allah berikan kepada kita. Kita hanya tahu sedikit dari apa yang Allah rencanakan, tetapi Allah tahu semua apa yang akan direncanakanNya untuk hambaNya. Otak kita terlalu pendek untuk berfikir panjang atas apa yang Allah rencanakan kepada kita. Ketika kita sadar bahwa kita di dunia ini hidup tidak hanya sendiri, maka seharusnya kita paham bahwa ada "kebetulan" yang itu terjadi pada kita, tetapi bisa jadi itu adalah jalan hidup bagi orang lain. Di dalam scene film kita, mungkin saja, itu cerita sekedar lalu yang tak ada apa-apanya, tetapi bagi mereka itu adalah cerita inti yang mengubah banyak hal dalam hidupnya.
Seperti apa yang pernah saya ceritakan sebelumnya tentang "Takdir terindah". Itu adalah takdir yang Allah gariskan kepada saya, untuk saya bisa paham bahwa kebetulan itu tidak ada. Ada garis takdir orang lain juga yang Allah titipkan melalui garis saya, karena jaring laba-laba hubungan manusia itu terkait erat satu sama lain tak terpisah.
"Kebetulan itu semacam kepingan puzzle, gambar yang tak utuh dalam otak. Hanya perlu mencari kepingan2 lainnya agar menjadi satu gambar utuh, agar kita paham ternyata tak ada kebetulan, yang ada hanyalah skenario indah Allah yang belum kita pahami kemana muaranya. Pun dengan jawaban dari, kenapa, mengapa, apa, bagaimana" Lulu
Dan akhirnya saya mengerti, "iseng" saya test sebagai Pendamping Anak membuat takdir mereka anak-anak yang putus sekolah itu  bersekolah kembali, iseng saya test ternyata membuat saya bertemu banyak orang-orang hebat di Sumbawa, iseng saya ternyata membuat saya mengerti "Lu, perjuangan itu tidak hanya ada di Lombok, tapi kampungmu sendiri butuh banyak kerja keras putra/putri daerahnya untuk membangunnya lebih baik lagi."


2 komentar:

  1. setuju....tidak ada yang namanya kebetulan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D
      semangat berkarya dikampung sendiri bang..

      Hapus

Tinggalkan jejak ya teman-teman, supaya saya bisa berkunjung kembali....
Salam persahabatan Blogger Indonesia ^_^