Terkadang rencana yang tidak terencanakan dengan matang seringkali terealisasi daripada rencana yang direncanakan dengan matang. Seperti saat ini, rencananya tercetus jum'at malam, ketika iseng-iseng main ke kostan sensei. "bagaimana untuk akhir pekan besok kita main-main ke gili, kan kemarin rencana kita setelah kuta akan ke gili" Kata si sensei. Nah, karena saya juga suka jalan-jalan langsung dah saya mengiyakan rencana itu. Diantara tiga gili, yaitu gili trawangan, gili meno dan gili air, kita lebih memilih untuk jalan-jalan ke gili air. Kenapa gili air?? Pertama, karena gili air lebih sepi dari bule-bule berbikini dan cocok untuk mencari inspirasi menulis. Kedua, ingin melihat langsung penyu-penyu yang naik ke darat untuk bertelur. Ketiga, biasalah toekang potret, cari view yang bagus buat jepret-jepret landscape. Keempat, ada beberapa setting di gili air yang ingin dijadikan objek
cerita di novel
si sensei. Berbekal info om google dan beberapa teman guide tour
akhirnya kita nekat buat merencanakan akhir pekan di gili air. Mumpung tanggal muda, kantong tebal,hehehe. Walaupun aslinya kere, tapi si sensei dan kak cu lagi dompet tebal jadinya gowes aja saya mah^_^. Konsep travelling kita adalah perjalanan senyaman mungkin dengan biaya seminimal mungkin. Jadi, untuk penginapan kita berencana pakai tenda langsung pasang pas untuk orang bertiga, dan makanan kita persiapkan dari mataram. Telepon teman sana-sini buat pinjam tenda, tapi ternyata tendanya dipakai semua. Rubah rencana, searching google penginapan di gili air. Paling rendah ternyata Rp.150.000. Yah bolehlah. Masih menjangkau kantong.
Keesokan harinya, entah karena apa. Si sensei mulai agak berubah pikiran untuk berangkat ke gili air, karena memang juga persiapan kita yang belum matang, takutnya nanti kita bisa terlunta-lunta disana. Kak cu juga