Tampilkan postingan dengan label Pantai Batu Payung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantai Batu Payung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 November 2014

Batu Payung, Ada Jejak Kita Disini

Perlu banyak part untuk menceritakan tentang keseruan kita selama di Lombok. Terlalu banyak yang ingin diceritakan membuat saya bingung untuk menulis bagian yang mana yang terlebih dulu yang akan saya ceritakan. 3 hari di Lombok, seperti 3 hari bermimpi kemudian bangun lagi ketika senin menyapa untuk kembali bekerja. Seandainya saja tidak ada bukti foto di memory card kamera saya, mungkin saya akan menyangka bahwa saya sedang bermimpi semalam. Bersama dengan mereka, seperti men-charger semangat full selama 3 hari. Semangat saya untuk menggapai mimpi saya tiba-tiba bangkit, meluap-luap tak terbendung. Bagi saya mereka adalah orang-orang keren yang berani melawan arus untuk mengejar apa yang diinginkan. Sedangkan saya, saya hanyalah seoarang perempua biasa yang terjebak dalam kotak 4x3 meter.  Suatu saat saya akan membuktikan kepada Ibu Bapak, "Ini lho Bu, Pak, anakmu bisa."
Curhat, Lulu??? Hehehe, lanjut lagi cerita tentang perjalanan saya selama 3 hari di Lombok kemarin :D
Perjalanan ke Batu Payung
"Kita check out hari ini ya???" Tanyaku pada Zahra. Sebenarnya ini bukan pertanyaan yang mesti dijawab, karena saya sudah tahu kalau ini adalah hari terakhir kita di Lombok, tapi sekedar memastikan dan berbasa-basi saya bertanya lagi.
"Iya, Lu."
3 hari di Lombok, melekat serat dihati saya. Perjalanan kali ini semakin menambah kecintaan saya kepada kota ini, sangat. Pagi ini, jam 08.00 Wita kita mesti check out dari hotel. Teman-teman juga sudah lengkap dengan ransel dan kopernya masing-masing, melihat wajah mereka, tiba-tiba ada perasaan sedih yang datang, wah berpisah dong kita???
Sebelum naik ke dalam bis, kita menyempatkan dulu untuk berfoto ria, sebagai dokumentasi bahwa kita pernah disini. Dari Mataram ke Lombok Selatan menghabiskan waktu kurang lebih 60 menit. Tidak terlalu banyak hal menarik yang bisa kita lihat selama perjalanan menuju Lombok Selatan, yang ada hanya hamparan sawah yang belum sepenuhnya menghijau. Berbeda dengan ketika berangkat ke Lombok Utara, kalau melewati Senggigi, mata akan dimanjakan dengan birunya laut Lombok, dan jika melewati Pusuk, kita akan puas dengan hijaunya hutan Lombok, dan tentu saja bisa puas bermain-main dengan monyet-monyet yang tinggal di hutan Pusuk. Tetapi perjalanan ini begitu menyenangkan, karena kita lebih banyak bercengkerama di dalam bis sembari mendengarkan lantunan lagu-lagu yang diputar pak sopir. Menikmati setiap saat dalam perjalanan adalah hal yang paling membahagiakan, bukan?
Sampai di Tanjung An, pukul 10.00 Wita. Istirahat sebentar, kemudian menyebrang ke Batu Payung. Sebenarnya bisa kok lewat darat, seperti perjalanan saya tahun lalu ke Batu Payung, tetapi sekarang kita ingin menikmati petualang yang lebih seru lagi, makanya menggunakan perahu alias menyebrang. Tidak lama menyebrangnya, hanya 10 menit kita sudah sampai di Batu Payung.
siap2 naik ke perahu

Selasa, 17 Desember 2013

Jelajah Eksotisme Lombok (Episode Pantai Batu Payung)

Hwaaaaa, serasa perjalanan ini tidak ada habisnya dan tidak ada lelahnya. Walau panas menyengat kulit, tetapi rasa penasaran akan keindahan pantai Lombok membuat semangat tetap menggebu-gebu. Masih dalam hari yang sama, ahad tanggal 15 Desember kemarin usai ke Pantai Seger, kami menyempatkan untuk menjelajah ke pantai yang terkenal dengan batunya yang besar dan berbentuk menyerupai payung itu. Setelah berkali-kali merencanakan untuk ke pantai ini, dan berkali-kali juga rencana itu gagal, akhirnya hari ini tiba juga. Rencana yang datang tiba-tiba memang selalu manjur untuk terlaksana, dibandingkan dengan rencana yang telah tersusun rapi. Bahagiaaaanya bisa ke pantai itu. Setidaknya saya telah menyelesaikan satu lagi daftar kunjungan pantai saya di Lombok. 
Pantai Batu Payung letaknya tidak jauh dari Pantai Aan. Jadi rute pantainya itu seperti ini. Dari Mataram kita langsung menuju ke Lombok Selatan (pakai motor sekitar satu jam setengah dengan keceatan yang sedang), dengan melewati jalan bypass Bandara Internasional Lombok. Bagi teman-teman yang baru pertama kali ke Lombok dan ingin backpackeran, maka jangan khawatir, untuk menjelajah ke semua pantai yang ada di Lombok Selatan, gak bakal nyasar, patokannya cuma jalan ke BIL. Kalau sudah sampai BIL, masih lurus terus hingga ketemu dengan desa sasak yaitu Desa Sade, dari sana masih terus jalan hingga ketemu dengan Pantai Kuta. Dari Pantai Kuta, mulainya bertemu dengan deretan-deretan pantai Lombok nan eksotis.  Pantai Kuta-Pantai Seger-Pantai Kaliantan-Pantai Aan-Pantai Batu Payung.
Teman-teman juga jangan pernah ada yang ragu untuk bertanya, orang-orang di sini ramah-ramah, apalagi dengan orang yang baru (pendatang/ wisatawan). 
***
Daya tarik utama dari Pantai Batu Payung ini adalah tidak lain karena ada batu besar yang menyerupai payung di pantai itu. Orang-orang beramai-ramai kesana karena penasaran dengan batunya yang konon berbentuk payung. Saya juga seperti itu, rasa penasarannya sama kok dengan rasa penasaran saya ketika ingin mengunjungi Pantai Pink
Batu Payungnya ada dibelakang bukit. Saya suka relief dari karangnya ^_^