Selasa, 27 September 2011

Think out of the box



Satu hal yang ingin saya katakan, mencari pemikiran baru/inspirasi tidak sesusah yang kita bayangkan. Terkadang orang susah mendapatkan inspirasi karena cara berfikir mereka yang terlalu tinggi dan ingin apa yang telah dikerjakannya mendapat penghargaan atau sekedar pujian. Sebenarnya tidak ada pemikiran kuno atau pemikiran modern. Yang ada hanyalah pemikiran orang-orang yang kita anggap kuno itu sesungguhnya modern dimasanya. Pemikiran yang mereka keluarkan sesuai dengan tingkat pemahaman mereka di zaman itu.
Ide-ide gila saya sudah sering terlontar. Dan menjadi suatu kewajiban hanya pesimisme yang saya dapatkan. Kenapa kita selalu berfikir saklek? Berfikirlah out of the box. Berfikir jauh dari kebiasaan yang sering difikirkan orang-orang. Saya salah satu orang yang sangat menggemari kartun Doraemon. Semenjak masih TK kartun inilah yang menjadi santapan saya dikala hari minggu tiba. Kartun ini jugalah yang menginspirasi saya  untuk berfikir nyeleneh, berfikir ide-ide aneh, gila. Di tahun 90-an, tahun dimana Doraemon lahir, orang Jepang sudah berfikir untuk membuat suatu kartun yang berawal dari ide gila. Saya salut kepada pembuat kartun Doraemon. Karena pada tahun yang bagi saya Indonesia masih primitifnya dia sudah bisa berfikir untuk membuat kartun kucing yang memiliki kantung ajaib serba ada. Ditahun itu saja mereka sudah berfikir untuk membuat kartunnya, saya yakin ditahun 2020-an mungkin akan ada robot seperti itu, atau paling tidak alat-alat yang terdapat dalam kantong ajaib Doraemon. 

Orang-orang luar bagi saya adalah orang-orang gila yang memiliki banyak ide gila. Saya mengagumi cara-cara berfikir mereka. Saya teringat dengan apa yang dikataka dosen saya terkait kehidupan anak-anak diluar negeri. Disana mereka benar-benar sudah dibiasakan untuk mengeksplorasi apa yang mereka inginkan. Ketika ada anak mereka yang naik pohon,mereka bukannya melarang, tetapi melihat sambil memantau apa yang dilakukan si anak. Berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia. Jika melihat anaknya naik pohon, dari jauh sudah dapat teriakan “jangan!!! Awas jatuh,” dan lain-lain. Jujur saya katakan, itu mematikan rasa ingin tahu si anak tersebut. Ini jangan, itu jangan, ini tidak boleh, itu juga. Manusia Indonesia saat ini adalah hasil dari pendidikan salah yang didapatkan pada masa kecilnya. Sifat, karakter, yang didapat pada masa remaja adalah hasil pengalaman masa kecil anak. Oleh karena itu, para pakar anak usia dini mengatakan bahwa masa prasekolah adalah masa golden age. Menurut Benjamin S. Bloom separuh perkembangan intelektual anak berlangsung sebelum usia 4 tahun. Pada usia 4 tahun perkembangan otaknya mencapai 50%, 4-8 tahun sebesar 30%, 8-18 tahun sebesar 20%. Perkembangan kognitif usia 18 tahun ke atas merupakan akumulasi dari perkembangan anak usia dini. Selama ini kita selalu menyia-nyiakan masa prasekolah anak. Akibatnya memang tidak akan terlihat langsung. Tetapi mengendap layaknya gunungan es.
Lingkungan memiliki efek yang sangat besar bagi perkembangan otak anak. Perkembangan otak sebelum usia 1 tahun lebih cepat tetapi kematangan  otak berlangsung sesudah anak lahir. Pengaruh lingkungan  awal pada masa awal perkembangan  otak berdampak lama sehingga anak yang mendapatkan stimulasi yang baik, fungsi otaknya akan berkembang lebih baik pula. Lingkungan tidak hanya menambah jumlah sel otak yang aktif akan tetapi juga menambah jumlah hubungan antar sel otak. Melalui Neuron yang terdapat di dalam otak, informasi itu berjalan, kemudian dari otak ke otot. Merry Eming Young, salah satu pakar anak mengatakan bahwa semakin banyak sel otak membentuk hubungan-hubungan atau jaringan yang jika distimulus secara spesifik maka kualitas otaknya akan semakin baik. Oleh karena itu, sering muncul lelucon, jika otak orang Indonesia dan otak orang barat diperjualbelikan dipasaran, maka bisa dipastikan otak orang Indonesia-lah yang akan laku. Kenapa? Karena otaknya masih bersih, tidak pernah dipakai untuk berfikir, sehingga hubungan-hubungan yang terjadi antar sel otak tidak banyak dan menyebabkan kualitas otak yang kurang baik. 

Terkadang hati saya begitu miris ketika melihat orang tua memarahi anaknya karena naik pohon, lari kesana kemari. Biarkanlah mereka menjelajahi dunia mereka. Biarkanlah mereka mengeksplorasi apa yang mereka inginkan. Cukup orang tua sebagai pendamping mereka waktu bermain.
Catatan terpenting saya adalah, anak-anak yang sering dikatakan nakal bagi sebagian besar pasti akan menjadi sukses. Kenapa? Karena mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko. Bukan hasil yang menjadi orientasi utama, tetapi jalan yang dilalui untuk menjadi hasil yang bagus itu adalah pengajaran yang utama.
Jika kalian ingin Indonesia menjadi lebih baik, maka perbaikilah anak-anaknya dari sekarang. Dan perhatikanlah masa golden age-nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak ya teman-teman, supaya saya bisa berkunjung kembali....
Salam persahabatan Blogger Indonesia ^_^