Rabu, 12 Juni 2013

Aiq Numpas (Mata Air Rinjani)

 "Hutan itu gericik air dari bukit sana
Bermuara di gelas dan cangkir kita
Hutan itu desau udara melintas cakrawala
Lewat paru-paru dan pori-pori kita"
Sapardi Djoko Damono
Ahad 10 Juni kemarin sebelum ke Pantai Pink sempat tracking dulu ke Aiq Numpas. Aiq Numpas itu adalah nama mata air di lereng Rinjani. Aiq dalam bahasa Lombok artinya air, sedangkan Numpas artinya jatuh atau tumpah. Jadi bentuk airnya seperti air terjun (gak besar-besar amat airnya) yang langsung jatuh dari akar-akar pohon. Kata teman, air disana benar-benar segar dan alami, berasa minum air yang baru dari kulkas. Track kesana juga mantap. Pemandangan kiri kanannya itu luar biasa. Penasaran juga saya. Sementara menunggu waktu buat ke Pantai Pink, saya memutuskan untuk kesana dulu. Aiq Numpas ini letaknya di Desa Karang Baru, Aik Mel. Letaknya lumayan jauh dari pusat kota. Untuk ke Karang Baru jalannya memang bagus, tapi ke Aiq Numpasnya itu jalannya sudah jelek. Lebih enak jalan kaki daripada naik motor. Saya hanya bisa bawa motor sampai persawahan penduduknya saja, setelah itu jalan kaki. Kondisi jalan tidak memungkinkan untuk bisa membawa motor sampai ke tujuan. Hitung-hitung olahraga. Kan katanya mau daki rinjani?? hehe.
Motor cuma bisa sampai disini saja. Sebenarnya bisa sampai ke Aiq Numpas, cuma jalannya itu berkubang bekas hujan jadi agak susah motor lewat. Cari aman saja saya, jalan kaki ^_^
Persawahan penduduk. Bentuknya seperti terasering. Sepanjang jalan akan menemukan pemandangan seperti ini.
Sekitar 2km dari tempat berhenti motor tadi, kita bisa berjalan kaki menuju ke Aiq Numpas. Tidak akan terasa capek kok karena pemandangan hijau sekitarnya membuat kaki lelah menjadi segar kembali,hehehe...
Gayanya gak kayak orang mau tracking. Masih unyu-unyu ngepink, tasnya lagi kayak mau ke mall -_- Tobat lu tobat,, Besok beli carrir sama sandal gunung ah... ^_^
Terabas Hutan,, Ganbatte Kudasai... ^_^ p
Pipa-pipa air

Setelah perjalanan kurang lebih 25 menit akhirnya sampai juga di Aiq Numpas. Pipa-pipa itu adalah penyangga air yang digunakan untuk menadah air yang jatuh dari akar-akar pohon, kemudian di tampung dalam penampungan air. Dari penampungan air, air itu yang akan disalurkan ke rumah-rumah warga. Oleh karena itu di sepanjang jalan banyak ditemukan pipa-pipa air. Pipa itu menuju rumah-rumah warga. 
Penampungan Air
Nah ini dia penampungan air itu. Satu dusun mendapatkan jatah satu penampungan air. Air ini dikelola langsung oleh warga. Swadaya masyarakat. Jadinya bebas, tidak bayar seperti PDAM.. 
Ini sungai Aiq Numpas

Tepian

Foto yang di atas itu adalah sungai Aiq Numpas. Bentuknya berlorong-lorong (gua). Kalau yang suka adventure, bisa menyusuri lorong gua itu, nanti akan ketemu muara sungainya. Airnya juga tidak dalam, hanya sebatas kaki, kecuali jika habis turun hujan, airnya akan meluap. Di dalam gua itu aman, tidak ada satwa mengerikan seperti ular,dkk.. Cuma bentuknya yang seperti gua dan gelap bisa menjadi ajang uji nyali. Di atasnya ada ada akar-akar pohon, air-air banyak jatuh dari sana, jadi seperti hujan yang tiada akhir. 
Sudah beberapa kali pemerintah setempat datang ke Aiq Numpas untuk lobi-lobi kepada warga setempat, meminta dijadikan sebagai objek wisata. Tetapi warga semua menolak, takut jikalau Aiq Numpas dijadikan objek wisata air yang tadinya gratis akan bayar, kondisinya juga tidak akan sealami dulu karena banyak wisatawan yang akan datang. Satu hal juga yang paling ditakutkan jika ini dijadikan tempat wisata adalah ketakutan jika tempat wisata Aiq Numpas dijadikan ajang pacaran dan maksiat bagi muda mudi yang kemari (tempatnya sepi), karena sudah banyak cerita tempat-tempat wisata yang hanya dijadikan tempat-tempat pacaran muda-mudi. Kekhawatiran ini wajar-wajar saya bagi saya. 
Di tepian sungai

Segeeeeeer.... ^_^
Minum air langsung dari sumbernya itu sehat dan segar..
Satu jam-an di Aiq Numpas. Puas berkeliling dan menikmati keindahannya. Semakin sering saya berkeliling semakin kecil rasanya saya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan??? Ini sekeping syurga yang Allah turunkan ke bumi. Maha karya luar biasa yang Allah ciptakan untuk manusia. Seperti kata Sapardi Djoko Damono, hutan itu gericik air dari bukit sana, bermuara di gelas dan cangkir kita.
Save Our Earth ^_^
Jika bukan kita, siapa lagi??
Jika bukan sekarang, kapan lagi??

Waktunya pulaaaang... Daki lagi..
Terabas, lanjuuuut...
Teganya seorang teman adalah, ketika berangkat dikasi jalur yang aman, pas pulangnya?? Tepok jidat saya. Jalannya licin, miring lagi. Mesti hati-hati dan pegangan sama tanaman-tanaman kecil disekitar. Tapi asyik juga sih, karena bisa ketemu sama ulat yang unyu-unyu. Tumben tu liatnya. Kalau bawa kamera keren aja, udah tak jadikan objek makro,hehehee
Penduduk setempat
Pas jalan pulang ketemu warga setempat yang lagi menunggu sawahnya. Kita ditawari untuk istirahat sebentar, terus dikasi mentimun. Asli mentimunnya segar, baru dipetik dari sawah. Saya membayangkan betapa sehatnya warga-warga disini. Setiap hari menghirup udara segar pegunungan tanpa polusi, makannya sayuran segar, jarang menggunakan motor. Iri saya... Dari kecil sampai besar hidupnya di kota.. 
Jepret-jepret ah..
Kebun tomat
Memang asyik kehidupan orang-orang desa. Ingin sekali saya tinggal di desa. Menikmati udara tanpa polusi, makan sehat tanpa junk food....

10 komentar:

  1. Hmm... Jadi pengen juga ke lokasinya abis liat2 foto di atas :3

    Racun nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe...
      racun ya, wah ngeri amat niy bahasanya...
      mau nebar racun ah, biar semua orang semakin pengen ke lombok..

      Hapus
  2. sy pernah ke sana, masi di wilayah bebidas kan? atau kembang kerang ya. soalnya sy ngajar di jurang koak. side asli mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lewat kembang kerang, di karang baru tempatnya,,,
      kurang tau nama dusunnya,,
      saya asli sumbawa pak,hehehe

      Hapus
  3. Ayooo semangat, latihan untuk mendaki rinjani....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak...
      ini juga lagi semangat latihannya :D

      Hapus
  4. waaahhh... aiq numpas deket ma rumah saya tu kak,,, satu desa tuh ma desa saya pi dusunya beda,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah asyik dong dek....
      jadi bisa menikmati udara segar setiap hari,,
      adek tinggal dimananya??

      Hapus
  5. jadi pingin ke aik numpas juga nih dik .... bagus banget sih ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayooo sekali kali main kesana, seru lho :D

      Hapus

Tinggalkan jejak ya teman-teman, supaya saya bisa berkunjung kembali....
Salam persahabatan Blogger Indonesia ^_^