Kamis, 16 Mei 2013

Cinta Burung Kakak Tua


Kalau kata Om Tere Liye, cinta itu tidak bisa disamakan dengan lagu anak-anak...

Cinta itu tidak bisa disamakan seperti lagu balonku ada lima
Jangankan "balonku tinggal empat", satu balon tersisa atau tidak ada sama sekali pun
Tetap kupegang erat-erat?


Atau apakah cinta kita kelak sepeti naik-naik ke puncak gunung?
Maka jangankan "kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara" 
Gunung terjal tetap mendaki tinggi-tinggi sekali.




Apakah cinta kita kelak seperti "lihat kebunku penuh dengan bunga???"
walaupun tidak ada "mawar melati semuanya indah" 
Hanya ada semak berduri, semuanya akankah tetap indah?? Dan akan tetap kusiram semua.

Apak cinta kita kelak seperti nenek moyangku seorang pelaut???
Yang sungguhlah akan selalu "Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa"

Dan semoga cinta ini seperti "Burung kakak tua hinggap dijendela"
Walau 'Nenek sudah tua, giginya tinggal dua' akan tetap menjadi pasangan dan terus saling mencinta hingga mungkin terpisahkan oleh waktu yang akan menghadap kepada-Nya.


Cinta adalah hal yang realistis. Jangan menghabiskan waktu untuk orang yang hanya membuang-buang waktumu. Jika memang dia untukmu, dia pasti akan dengan gentlenya menghadap orang tuamu untuk menjadikanmu pendampingnya. Jika memang rindu itu begitu memuncak hingga tak tertahankan sampaikan saja pada rintik hujan yang menetes, sejuk. Sampaikan kepada semilir angin yang menyapu wajah, berharap itu akan sampai padanya. Jangan rusak hatimu untuk mengingat yang justru tak mengingatmu. Ia akan datang pada waktu yang tepat, bukan pada saat yang kita butuhkan. Kunci rapat-rapat hati itu dan buka kembali pada saat ia datang. 


Data exif: Nikon D3000, f/5.3, exp 1/60, ISO 320

4 komentar:

  1. Ya.. dan cinta akan menyatukan dua orang yang memiliki kesesuaian ruh... :) baikkanlah hati insya Allah ia akan 'jatuh' pada hati yang baik.. dan seperti lagu cicak-cicak di dinding "Hap! lalu di tangkap!" *Hihihi

    BalasHapus
  2. tetapi penantian ini lebih kepada Hujan Di bulan juni, sabaaaaaar menanti hingga waktu yg tepat tiba,,
    Allah telah mempersiapkan yang terbaik,,

    BalasHapus
  3. atau apakah cinta kita akan seperti PAGI dan MENTARI?
    pernah kau bayangkan pagi tanpa mentari, dia seperti senja kehilangan makna... :D
    nice post...like it

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiaaaaahh...
      gombal tingkat dewa orang2 ini,,
      ^_^

      Hapus

Tinggalkan jejak ya teman-teman, supaya saya bisa berkunjung kembali....
Salam persahabatan Blogger Indonesia ^_^