“Kopi itu semacam cerita yang tidak pernah ada habisnya. Ada banyak cerita yang akan tercipta karena kopi. Kopi itu kisah cinta dalam romansa anak adam, ada pahit ada manisnya.” Lulu
Apa
yang kau tahu tentang kopi?? Bubuk hitam pahit yang berbau khas? Teman ngerumpi
bapak-bapak di warung?? Atau minuman wajib yang harus ada di dapur?? Bagi saya
kopi lebih dari itu. Kopi itu adalah gambaran perjuangan yang kasat mata.
Walaupun namanya kopi instan, kopi tidak bisa tercipta seinstan namanya. Ada banyak
proses yang mesti dilalui. Berat. Seperti cerita sang gerabah, biji kopi itu
mesti rela dijemur diterik matahari, melawan panas yang menyengat, setelah itu
mesti disangrai dipenggorengan yang tak kalah panasnya dengan sinar matahari,
dan hancur halus seketika dimesin penggilingan, hingga kemudian tercipta kopi yang
enak. Tidak mudah, dan tidak seinstan namanya, kan??
Dan
kau tahu berapa besar jasa kopi untuk melanggengkan julukan manusia sebagai
makhluk sosial??? Bapak-bapak yang mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaannya
tanpa ada waktu untuk berkumpul dengan teman yang lain, tetapi cukup ada kopi
melingkar ditengah-tengah mereka, maka acara kumpul-kumpul akan menjadi awet, dan
pembicaraan khas bapak-bapak akan menghiasi harumnya bau kopi. Setidaknya kopi
bisa menjadi pemersatu hubungan antar manusia. Sepasang suami isteri yang
hubungannya renggang, cukup dengan segelas kopi buatan sang isteri di pagi hari
bisa menyatukan hubungan yang renggang. Perhatian sang isteri terlihat dari
segelas kopi. Kumpul sesama teman mungkin terasa tak asyik dan tak menyenangkan
tanpa ada kopi ditengahnya. Kopi membuat cerita tersendiri.
Bagi saya kopi adalah satu hal sederhana yang tidak sesederhana namanya.
*Tiba-tiba
ingin berbiacara tentang kopi ^_^
