Beberapa
jam yang lalu saya masih berkutat dengan segala kesibukan di kampus. Rapat
dengan mahasiswa, persiapan seminar dan ini itunya yang membuat kepala ini
pusing tujuh keliling. Hujan juga tak kunjung mereda. Belum lagi memikirkan
izin dari Ibu yang belum saya kantongi. Beberapa kali menekan keypad di HP,
mencoba menuliskan sepatah dua patah kata permohonan maaf kepada teman-teman
untuk tidak bisa mengikuti perjalanan ke Pulau Moyo kali ini, tetapi pesan itu
saya hapus kembali. Takut teman-teman kecewa, karena saya sudah mengiyakan
jauh-jauh hari sebelumnya. Jika memang ada ‘jodoh’ untuk bisa kesana, entah
dengan cara apa Allah akan membawa saya kesana. Sekarang waktunya berserah diri
atas segala takdir Allah, mengikuti segala rencana yang tersaji di depan.
Seperti air yang mengalir mengikuti kemana aliran membawanya. Dengan segala
kerendahan hatinya menerima perjalanan-perjalanan itu dengan ikhlas. Saya juga
harusnya seperti itu, seperti air yang mengalir: ikhlas menerima.
Duur,
duur, duuur, duur…
Suara
perahu klotok milik Bapaknya Ichal langsung memecah keheningan laut Sumbawa.
Malam ini laut begitu tenang, angin pun berhembus perlahan, riak ombak
malu-malu mengganggu perjalanan kami. Semesta seakan berkolaborasi menciptakan
satu perjalanan yang tak akan terlupakan
bagi kami. Skenario indah yang tak terencana bagi para pejalan. Tidak ada yang kebetulah. Tentu saja. Karena sebelum kami berencana, Allah
telah terlebih dahulu menuliskan segala cerita untuk kami dalam bukunya yang
agung: Lauhul Mahfudz. Kami hanya eksekutor dari segala rencana-rencanaNya. Ibarat
sebuah film, kami adalah artisnya, dan Allah adalah penulis skenarionya.
Penulis skenario tahu mana scene yang
baik untuk artisnya dan mana yang tidak.
“Gak
nyangka kita jadi juga ke Pulau Moyo.” Celoteh Mbak Elly, teman di Adventurous
Sumbawa yang juga menjadi otak dalam perjalanan kali ini.
“Iya
Mbak, padahal tadi saya masih pusing dengan seminar-seminar di kampus. Tak
kirain bakal gak jadi kita berangkatnya, hehehe.”
“Itulah
rencana Allah.”
| siap2 berangkat |
